Tribun Wiki
Rizal Mantovani Garap Film Rasuk 2, Ini Profilnya
Sebagai produser, Dheeraj Kalwani percaya terhadap kemampuan Rizal Mantovani.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Pada tahun 1991, Edward Buntario, art director di Creative Concepts, sebuah perusahaan periklanan di Jakarta, tertarik dengan poster-poster buatannya. Edward mengenalkan Rizal kepada Richard Buntario yang akhirnya mengajak Rizal bergabung.
Rizal bertugas membuat story board untuk keperluan iklan di Creative Concepts.
Setahun kemudian, Rizal ikut bergabung dengan Broadcast Design Indonesia (BDI) yang didirikan oleh Richard. Selain membuat iklan, BDI juga membuat acara televisi.
Rizal pun akhirnya menjadi sebagai asisten Richard dan dilibatkan dalam penggarapan Bursa Komedi untuk RCTI.
Rizal kemudian merambah ke dunia pembuatan video musik. Karena menurutnya video musik saat itu (tahun 1990-an) membosankan dan kurang berwarna. Tawaran pertama datang untuk membuat video musik dangdut "Suka-Sukaku" yang dinyanyikan Helvy Mariyand.
Indrawati Widjaja, direktur produksi Musica Studio kemudian menawarkan pembuatan video musik rapper Iwa K berjudul "Kuingin Kembali".
Ketika ditayangkan, video musik ini dianggap sebuah terobosan baru dalam industri musik Indonesia.
Sejak itu BDI menerima banyak permintaan untuk pembuatan video musik yang dikerjakan Richard bersamanya sebagai asisten. Kerja sama itu berbuah manis.
Keduanya meraih gelar sutradara terbaik dalam ajang Video Musik Indonesia 1995 pada acara perdananya melalui video musik "Cuma Khayalan" milik Oppie Andaresta.
Duo ini semakin berkibar ketika meraih MTV Asia Viewers Choice Award dalam ajang MTV Music Awards pada 1995 berkat video musik "Sambutlah" yang dibawakan Denada.
Pada tahun 1996, Rizal keluar dari BDI dan mendirikan Avant Garde Productions bersama rekan-rekannya.
Selain tetap menggarap video musik, dia menciptakan sekaligus menyutradarai serial komedi situasi "Satu Atap" (1996) dan "Gen-X" (1997), keduanya untuk antv.
Pada tahun yang sama, Mira Lesmana menawarinya untuk menyutradarai film "Kuldesak" bersama Mira, Riri Riza dan Nan Triveni Achnas.
"Kuldesak" meluncur ke pasaran tahun 1998 dan mampu mengobati kerinduan publik terhadap film Indonesia, yang makin sepi karena aturan pembuatan yang ketat dan biaya produksi yang mahal.
Film ini juga di nominasikan untuk mendapat Silver Screen Award kategori Best Asian Feature Film pada Singapore International Film Festival tahun 1999.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rizal-mantovani.jpg)