Sidang Umum Ke 74 PBB
Wapres JK dan Ratusan Kepala Negara di Amerika, Ini Materi yang Mereka Bahas
Para kepala negara berbaur dengan peserta lainnya, bahkan hingga di kantin dan cafe sekalipun
TRIBUN-TIMUR.COM, NEW YORK - Kepala negara dari berbagai penjuru dunia berkumpul lagi di Markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), akhir September 2019 ini.
Setiap September, delegasi negara anggota PBB, termasuk Indonesia, bertemu dalam Majelis Umum di New York, Amerika Serikat. Mereka berkumpul membahas masalah kritis yang menyita perhatian global.
Tahun ini, selain debat umum, para pemimpin dunia akan berpartisipasi dalam serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).
Dalam manual acara disebutkan, world leaders will participate in a series of summits and high-level meetings to boost action on climate change and accelerate progress on sustainable development, aimed at securing healthy, peaceful and prosperous lives for all.
Underpinning the action week are the Sustainable Development Goals, adopted by all world leaders in 2015. The 17 interconnected Goals are a universal call to action to end poverty and hunger, expand access to health, education, justice and jobs, while protecting our planet from environmental degradation.
Pertemuan tingkat tinggi digelar untuk mendorong aksi terkait perubahan iklim dan mempercepat kemajuan pembangunan berkelanjutan. Aksi ini bertujuan untuk mengamankan kehidupan yang sehat, damai, dan sejahtera bagi semua.
Yang mendasari aksi pekan ini Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, diadopsi oleh semua pemimpin dunia pada tahun 2015.
Ada 17 tujuan yang salingberhubungan, sebagai tanggung jawab universal untuk bertindak dalam mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, memperluas akses ke kesehatan, pendidikan, keadilan dan pekerjaan, sekaligus melindungi planet kita dari degradasi lingkungan.
***
Sidang Umum Ke-74 Majelis PBB kali iniakan dihadiri Sekitar 193 negara anggota PBB, 100 kepala negara, tiga Wakil Presiden, 47 Perdana Menteri, serta 36 Menteri dan 2 Chairman of Delegation.
Para kepala negara berbaur dengan peserta lainnya, bahkan hingga di kantin dan cafe sekalipun.(*)