Berkat Program Padi Gogo Kementan, Sumedang Manfaatkan Lahan di Musim Kemarau
Berkat Program Padi Gogo Kementan, Sumedang Manfaatkan Lahan di Musim kemarau
"Satu lagi kesulitan kami kurangnya tenaga kerja, sampai-sampai harus mengimpor dari wilayah Indramayu,” ujarnya.
Terkait varietas padi, sebut Tasdik, petani di wilayahnya pada umumnya memakai varietas Inpari 32 dan Inpari 42 karena harga jual lebih tinggi, yakni maksimal Rp.5.600 per kg.
Berbeda halnya di bulan Februari harga jual mencapai Rp 3.000 sampai 3.500 per kg.
"Untuk produktivitas per hektar padi varietas inpari 32 dan 42 sebesar 9 ton GKP (gabah kering panen, red) per hektar atau sebanyak 6 ton GKG per hektar," tuturnya.
Menanggapi apa yang diungkapkan petani, Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Sumedang, Aep Suyoto menuturkan kebutuhan petani yang mendasar saat ini di Desa Kudangwangi berupa infrastruktur.
"Kemudian pompa air guna mendukung indeks pertanaman sehingga menjadi 3 kali tanam," terangnya.
Akan hal ini, Kepala Subbagian Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yusup mengatakan sebagai upaya mitigasi kekeringan, Kementan disamping melakukan pecepatan gerakan tanam juga mengalokasikan bantuan pompa, selang dan sumur.
Alokasi bantuan pompa sebanyak 1.000 unit, selang 50 ribu meter dan sumur 200 unit.
“Kami langsung tindaklanjuti usulan dari daerah yang terdampak kering. Kami upayakan semaksimal mungkin agar mereka segera bisa tanam di September ini,” beber Yusup.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/berkat-program-padi-gogo-kementan-sumedang-manfaatkan-lahan-di-musim-kemarau.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sumedang-manfaatkan-lahan-di-musim-kemarau.jpg)