VIDEO: Pilot Penerbang Kopassus Eks Anak Buah Prabowo Kini Jadi Kolektor Hape Jadul
Dia pilot angkatan Diksar Penerbang Kopassus tahun 1998 itu, rekrutan saat Mayjen TNI Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus
1. Koleksi Ponsel Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev
Mayor CPN Supriayadi_saat_menerbangkan helikopter Bell 412 di Papua.
Keempat "mbah hape" miliknya berbasis radio. Keempatnya juga masih ON. Hanya saja tak lagi aktif.
"Powernya 12 volt. Ini hanya bisa dipakai sesama Ericson. Lagian pemancar BTS-nya tak ada lagi," ujar pilot yang dekade 1990 hingga awal 2000-an ikut operasi militer di Papua.
BTS adalah singkatan base transceiver station, bagi perangkat telekomunikasi mobile. Bentuk mbahnya hape ini laiknya fix phone rumahan atau perkantoran.
Bedanya, alat telekomunikasi bergerak pertama, ini bisa ditenteng ke mana-mana.
"Saya pernah buatkan bracket di motor Honda CB125 modifikasi retro, dan selalu jadi perhatian," ujar perwira penerbang pecinta motor dan mobil jadul ini.
Motorola Intenational 2200 juga salah satu koleksi uniknya.
Selain ‘mbahnya hape’ merek Erricson, dia juga memelihara "Mbahnya Nokia,"; Nokia City Man 900. Telepon berbasis jaringan NMT atau "senior" CDMA dan GSM ini diproduksi di Finlandia, tahun 1987.
Beratnya, kurang 40 gram, 1 kg. Berat rerata 100 hingga 160 gram, atau 7 kali lipat.
Dengan dimensi 183 x 43 x 79 mm, Nokia CityMan ini, terbilang menakjubkan di dekade 1980-an.
Di Rusia, Eropa ponsel ini dikenal dengan Nokia Gorba. Tahun 1987 president Uni Sovie, Mikhail Gorbachev menggunakannya saat konferensi pers di Moscow, October 1987, dipuncak perang dingin dengan Presiden Amerika, Ronald Reagen.
Selain Erricson Hotline NMT 450, sang mayor juga memiliki 3 smartphone merek Siemens, era 1990-an.
Di bufet koleksinya ada empat unit GSM Erricson R-310 sirip Hiu, R-250 Pro Paus, R-380, R-280 LX, S-88, GA-628 dan lain-lain, dipelihara.
"Saya tak pernah pakai BlackBerry, iPhone, atau Android merek pasaran. Sonim bikin saya lebih percaya diri, dan langka." ujarnya.
Jadi Kolektor hape ini awalnya kebutuhan komunikasi. Tapi karena eman (sayang) barangnya dibuang, dan ada teman yang tawari, akhirnya dikumpul."
Hampir 75% hapenya masih aktif. Ada kemasan, dokumen spesifikasi, petunjuk pemakaian dan pemeliharaan.
Untuk pemeliharaan, semua baterai dia lepas dari unit.
Saban 2 bulan, sekali dia nyalakan lalu cek jaringan.
"Di hape ini semua nomor saya simpan, lalu kontak. Kira-kira mirip Ground Run lah kalau istilah aviationnya. Dipanasin, lalu cek keaktifan semua."