Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lihat Semangat Gotong Royong Warga Pammanjengang Jeneponto Masih Terawat

Hal itu bisa terlihat di Kampung Pammanjengang, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Jumat (20/9/2019) siang tadi.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Syamsul Bahri
ikbal/tribunjeneponto.com
Puluhan warga gotong royong pindahkan rumah di Kampung Pammanjengang, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Jumat (20/9/2019). 

TRIBUNJENEPONTO.COM, TAMALATEA - Budaya gotong royong di Kabupaten Jeneponto masih kental dan kuat di masyarakat.

Hal itu bisa terlihat di Kampung Pammanjengang, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Jumat (20/9/2019) siang tadi.

Lowongan Kerja SMK - PT Cogindo Daya Bersama (PLN Group) Cari Karyawan, Syarat Berkas & Link Daftar

SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING INDOSIAR TV ONLINE PSIS Semarang vs Persebaya di Vidio Premier

22 Kepala Desa di Mamasa Dilantik 11 Belum, Ada Apa?

Jumat Ibadah, Camat Panakkukang Gelar Pengajian & Kultum

Nasdem Bulukumba Persiapan Buka Pendaftaran Balon Bupati

Puluhan warga bergotong royong memindahkan rumah salah seorang warga bernama Rampasan Dg Rewa.

Menariknya, pemindahan rumah yang terbuat dari kayu itu tanpa menggunakan alat bantu apapun memikulnya.

Hanya menggunakan kemampuan fisik para warga, dengan cara memikul secara bersama-sama.

Dalam waktu yang tidak lama, berkat kerjasama dan rasa gotong royong yang masih erat membuat pemindahan rumah yang jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi awal bisa dilakukan dengan baik.

Puluhan warga gotong royong pindahkan rumah di Kampung Pammanjengang, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Jumat (20/9/2019).
Puluhan warga gotong royong pindahkan rumah di Kampung Pammanjengang, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Jumat (20/9/2019). (ikbal/tribunjeneponto.com)

Hal itu lantaran, nilai gotong royong dan kerja sama di wilayah tersebut masih kental

" Gotong royong di kampung kami ini masih sangat kental, hanya disampaikan melalui pengeras suara di masjid warga sudah berdatangan," katanya

Menurutnya, sifat gotong royong tak hanya memintahkan rumah, namun juga untuk membangun rumah kayu.

" Sifat gotong royong biasa juga dilakukan masyarakat jika ada orang yang bangun rumah," pungkasnya

" Semua dikerjakan dengan ikhlas tanpa ada imbalan karena kita berfikir ini sudah budaya yang perlu kita terus kembangkan," tutupnya.

Ibu Rumah Tangga Lintasi Jalan Sepi di Jeneponto, Ditodong Badik Hingga Uangnya Raib Rp 12,5 Juta

Seorang ibu rumah tangga di Jeneponto jadi korban begal di kampung Pattiroang, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea Jeneponto, Sulsel, Kamis (19/9/2019).

Korban begal tersebut diketahui bernama Ramalia (49) warga Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea Jeneponto.

Liburan di Jepang, Luna Maya Angkat Kardus Besar, Tas Mantan Ariel Noah Disorot Seharga Mobil Mewah?

Cetak 2 Gol dan Bikin PSG Menang Lawan Real Madrid, De Maria Digelari Pemain Langka, Ini Profilnya

Lawan PS Tira, Red Gank Sidrap Harap PSM Bangkit Menangkan Pertandingan

Masa Taaruf Maba, Ketua STIKIP Muhammadiyah Enrekang Ungkap Target Menuju Universitas

Rawan Kecelakaan, Polisi Pasang Pita Kejut di Jalan Poros Maros-Pangkep

Menurut Ramalia, kejadian bermula ketika ia berada di kampung Patiroang, tiba-tiba dicegat dua orang tak dikenalnya.

" Kejadiannya sekitar pukul 04.30 Wita dini hari di jalan sunyi arus lalu lintas jauh dari perkampungan warga," katanya.

"Tiba-tiba datang dua orang yang cegat saya. Saat itu seorang pelaku menodong sibilah badik, lalu satunya merobek tas saya dan mengambil uang tunai milik saya," pungkasnya.

Akibat kejadian itu wanita 49 tahun merugi hingga Rp 12 juta lima ratus ribu.

" Ada uang tunai di tas saya dibawa kabur pelaku sekitar Rp 12.500.000," tuturnya.

Akibat kejadian itu korban langsung melapor di Polsek Tamalatea, Jeneponto.

"Saya sudah melapor dan katanya sudah ditangani Polisi," tutupnya. (*)

Laksanakan Pilketos, Ini Pesan Kepsek SMAN 2 Jeneponto Ahmad M

SMA Negeri 2 Jeneponto sebagai salah satu sekolah di Sulawesi Selatan yang menyelenggarakan pemilihan ketua OSIS, Kamis (19/9/2019) siang.

Tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS bakal memperebutkan 853 suara siswa SMAN 2 Jeneponto mulai kelas 1 hingga kelas 3.

Ini Postingan Istri Imam Nahrawi Setelah Suami Tersangka Korupsi, Sang Desainer Kunci Kolom Komentar

Sudah 12 Hektar Lahan TPA Tamangapa Terbakar

Partai Golkar Luwu Utara Segera Buka Pendaftaran Calon Bupati

Rival Sudah Ambil Jatah di Rumah Kos, Ditolak Saat Minta Lagi, Video Syur Gadis ini pun Melayang

Kalangan Pemuda Ramaikan Pilkades di Desa Bambaira Pasangkayu

Tiga pasangan calon ketua OSIS masing-masing, 1 Muh Ikram Putra Jenma Hm Wakil Akila Fitri Naya, 2 Eka Wira Darma Wicaksana wakil Andi Alyah dan 3 Andreyan Fristiohadi wakil Andi Astri Mulyani.

Kepala Sekolah SMAN 2 Jeneponto Ahmad M mengatakan Pilketos ini menjadi dasar siswanya untuk belajar demokrasi.

"Ini menjadi awal untuk siswa-siswi kami dalan berdemokrsi," kata Ahmad ke awak Tribun.

"Pilihan boleh beda karena ini ada tiga calon namun meski beda pilihan, mereka kita harap tetap bersatu usai Pilketos," tuturnya.

Ia juga berharap melalui Pilketos siswa-siswi dapat mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Harapan kami Pilketos ini dapat menjadikan sekolah bisa lebih maju, ini juga kita ajarkan anak-anak sejak dini belajar belajar berdemokrasi," tutupnya.

Para calon ketua dan wakil ketua OSIS SMAN 2 Jeneponto itu juga tampil beda.

Para calon ketua OSIS SMAN 2 Jeneponto berfoto bersama kepala sekolah juga guru sebelum pemilihan.
Para calon ketua OSIS SMAN 2 Jeneponto berfoto bersama kepala sekolah juga guru sebelum pemilihan. (ikbal/tribunjeneponto.com)

Dimana tiga pasang calon ketua OSIS tanpil dengan menggunakan pakaian tridisonal Makassar.

Wakasek Kesiswaan SMAN 2 Jeneponto Muh Irsyam Syam menambahkan siswa begitu antusias mengikuti acara akbar ini.

"Siswa begitu antusias mengikuti kegiatan akbar ini disekolah, dari awal juga saya sampaikan kepada mereka agar menampilkan demokrasi persaudaraan," kata Irsyam.

"Pilihan boleh beda tapi kita tetap saudara dan itu akan diterapkan dalam kehidupan berbangsa," pungkasnya.

Pria yang akrab disapa pak Irsyam itu mengungkapkan Pilketos ini serentak dilaksanakan di Sulsel.

Juga sistem e-voting dan hasilnya akan langsung diketahui usai pemilihan. (TribunJeneponto.com)

Laporan wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved