Tribun Wiki
Keluar Dari Tim William, Simak Perjalanan Karier Robert Kubica
Robert Kubica, sudah mengumumkan nasibnya setelah musim F1 2019 berakhir. Hal tersebut pun diungkap jelang F1 Singapura.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ansar
Kubica juga ternyata tidak menyukai kopi, susu, dan mentega, dengan alasan yang sama.
Namun Kubica juga ternyata termasuk salah satu pembalap yang hobi memasak, khususnya memasak barbeque.
Karier
Karting
Kubica mulai mengasah kemampuannya dalam ajang balap sejak usia empat tahun, sewaktu ia sempat mencoba sebuah kendaraan off-road mini dengan kekuatan 4 tenaga kuda.
Sempat dilarang oleh kedua orang tuanya, Kubica akhirnya mampu meluluhkan hati sang ayah Artur, yang kemudian membelikan Robert sebuah mobil kecil bertenaga baterai.
Usia Kubica yang bertambah besar kemudian membuat ayahnya membelikan gokart.
Usia Kubica yang masih belum genap sepuluh tahun sempat menunda impiannya untuk turun di ajang gokart Polandia.
Ketika Kubica diperbolehkan turun di kejuaraan gokart karena usianya sudah cukup, ia langsung memenangi enam gelar nasional dalam rentang waktu tiga tahun.
Lantas kemudian Kubica memutuskan untuk pindah ke Italia pada 1998, tempat ia kemudian memenangi International Italian Junior Karting Championship.
Formula junior
Karier Kubica di ajang professional dimulai pada tahun 2000 sebagai test driver untuk mobil-mobil Formula Renault lansiran tahun 2000.
Ia kemudian turun penuh di ajang Formula Renault bersama tim RC Motorsports, tempat ia berhasil mencetak pole position, dan kemudian Kubica masuk ke dalam Program Pengembangan Pembalap Muda Renault.
Pada 2002, Kubica memenangi empat balapan dan satu posisi kedua di Formula Renault Italia.
Kemudian ia juga turun di Formula Renault Eurocup.
Di akhir musim, ia turun di Formula Renault Brasil, dan berhasil menang secara dominan saat balapan di Interlagos.
Setelah Formula Renault, Kubica lantas pindah ke F3 Euroseries.
Tetapi ia sempat menunda penampilannya selama beberapa bulan akibat kecelakaan yang ia alami saat mengendarai mobil di jalan raya yang mengakibatkan lengannya terluka parah dan terpaksa harus memakai pin.
Pada 2005 ia turun balapan di World Series by Renault bersama tim Epsilon Euskadi dan di akhir musim ia berhasil keluar sebagai juara umum.
Hadiahnya adalah kesempatan tes mobil F1 bersama tim Renault.
Formula Satu
Kesempatan Kubica untuk mengetes mobil F1 digunakannya dengan baik. Pada saat tes di akhir 2005 ia berhasil mengalahkan beberapa pembalap Renault lainnya saat itu seperti Franck Montagny dan Heikki Kovalainen.
Melihat talentanya yang bagus, bos Renault Flavio Briatore kemudian mengiming-iminginya kursi tim F1 asalkan Kubica mau bergabung dalam tim manajemennya.
Dengan halus kemudian Kubica menolak hal tersebut, peristiwa yang akhirnya berujung pada pemberhentiannya sebagai anggota Program Pengembangan Pembalap Muda Renault.
2006–2009: BMW-Sauber
Pada tahun 2006 setelah ia dikeluarkan dari Program Pengembangan Pembalap Muda Renault, tim BMW kemudian tertarik untuk menggunakan jasa Kubica sebagai pembalap tes dan cadangan untuk musim 2006.
Debutnya di ajang F1 semula disiapkan untuk musim 2007.
Namun, pengunduran diri Jacques Villeneuve (beberapa orang dalam BMW mengatakan bahwa JV dipecat) di GP Hungaria 2006 membuat Kubica naik pangkat sebagai pembalap.
Kemenangan perdana
Pada musim 2008 Kubica mengawali musim dengan baik saat ia finish di posisi runner-up pada GP Malaysia setelah Ferrari F2008 milik Felipe Massa bermasalah.
Di balapan selanjutnya di Bahrain, Kubica mencatat sejarah sebagai pembalap Polandia pertama yang meraih pole position di ajang Formula 1.
Beberapa orang dalam pitlane F1 bahkan percaya Kubica tidak lama lagi akan meraih kemenangan perdananya.
Kemudian di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada, tanggal 8 Juni 2008, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu oleh Kubica dan tim BMW-Sauber datang juga.
Kubica yang duduk di P2 kualifikasi akhirnya mendapat berkah dari Dewi Fortuna setelah Kimi Raikkonen dan Lewis Hamilton saling bertabrakan di pitlane.
Akhirnya dengan tanpa perlawanan yang berarti dari Felipe Massa dan Heikki Kovalainen, Kubica dengan mudah melenggang sendirian di P1 sekaligus semakin mempertajam rekornya sebagai pembalap Polandia pertama yang mampu memenangi lomba di ajang F1.
Kubica akhirnya harus puas finish di P4 klasemen akhir dengan 75 poin.
Kembali ke Formula Satu
Pada tanggal 5 Juni 2017, diumumkan bahwa Kubica akan melakukan tes mobil Renault F1 versi 2012 yaitu Lotus E20, di Circuit Ricardo Tormo.
Kesempatan tes ini menjadi acara F1 pertamanya sejak kecelakaan pada tahun 2011.
Renault mengorganisir sebuah tes lebih lanjut dengan bos Renault Cyril Abiteboul menyatakan bahwa 'Bob masih cepat, tetap konsisten dan yang lebih penting lagi dia masih memiliki antusiasme yang selalu ia bawa ke tim'.
Ia menambahkan bahwa tidak ada hambatan yang jelas untuk kembalinya F1, dan kepada NBC Sports bahwa Kubica bisa menjadi pilihan untuk 2018.
Pada tanggal 24 Juli 2017, diumumkan bahwa Kubica akan berpartisipasi dalam tes untuk Renault, yang akan diadakan setelah berakhirnya Grand Prix Hongaria.
Abiteboul mengatakan bahwa tes tersebut akan memungkinkan tim untuk sepenuhnya menilai kemampuan Kubica saat ini dan seberapa besar kemungkinannya untuk "kembali ke kompetisi pada tahun-tahun depan".
Kubica menyelesaikan 142 lap di Hungaroring saat kembali dengan finis tercepat keempat hampir 1,5 detik di belakang Sebastian Vettel.
Pada tanggal 11 Oktober 2017, Kubica menyelesaikan tes satu hari dengan tim Williams di Silverstone yang mengendarai mobil FW36 2014.
Pada tanggal 17 Oktober 2017, Kubica melakukan tes kedua dengan Williams di Hungaroring.
Setelah Felipe Massa mengumumkan pengunduran dirinya dari F1 untuk kedua kalinya, Kubica menjadi salah satu pesaing utama untuk duduk di kursi Williams.
Ia kemudian menguji mobil ereka di Sirkuit Yas Marina setelah acara GP Abu Dhabi dengan menyelesaikan 100 lap dalam tes pertamanya dengan mobil FW40.
Bob lantas menyelesaikan tambahan 28 lap keesokan harinya dan finis ketujuh tercepat, dengan kepala teknis Willams Paddy Lowe yang melaporkan bahwa "tidak ada masalah seputar luka-lukanya".
Selama musim 2018, Kubica menjalani peran sebagai pembalap tes dan cadangan untuk tim Williams.
Ia mendapat kepercayaan untuk turun di sesi latihan bebas FP1 di GP Spanyol yang juga menjadi penampilan resmi F1 pertamanya sejak GP Abu Dhabi 2010.
2019–...: Pembalap reguler Williams
Tim Williams mengumumkan Kubica sebagai pembalap reguler untuk musim 2019.
Ia akan mendampingi pembalap rookie asal Inggris, George Russell.
Ia memilih 88 sebagai nomor pembalap, yang terakhir digunakan oleh Rio Haryanto pada 2016.
Data Diri:
Nama: Robert Kubica
Instagram: @robertkubica_real
Lahir: 7 Desember 1984
Tempat Lahir: Kraków, Polandia
Orang Tua: Anna Kubica
Artur Kubica
Karier dalam ajang Formula Satu
Kebangsaan: Polandia
Tahun aktif: 2006–2010
Tim: BMW Sauber, Renault
Lomba pertama: Grand Prix Hongaria 2006
Menang pertama: Grand Prix Kanada 2008
Menang terakhir: Grand Prix Kanada 2008
Lomba terakhir: Grand Prix Abu Dhabi 2010
Sumber berita: https://www.gridoto.com/read/221857718/robert-kubica-pastikan-keluar-dari-tim-williams-akhir-musim-ini?page=all#!/
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/robert-kubica-menjadi-perbincangan.jpg)