Eksportir Tertarik Kembangkan Beras Ketan Hitam Bandung

Karena itu, pengembangan budidaya beras tersebut memiliki potensi besar untuk kebutuhan ekspor.

Eksportir Tertarik Kembangkan Beras Ketan Hitam Bandung
Kementan RI
Eksportir Tertarik Kembangkan Beras Ketan Hitam Bandung 

Lewi menjelaskan trend di Eropa sekarang ingin mengkonsumsi karbo yang non gluten, salah satunya ketan hitam. Karena itu, cecep juga ingin mengembangkan olahan ketan hitam menjadi produk ekspor.

"Ini menarik sekali, rengginang ini bisa jd crackers yang sehat dan non gluten. Akan lebih baik dibandingkan olahan tepung," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menyebut bahwa Kementan saat ini sebagai penjembatan antara petani dan eksportir agar bisa memperpendek rantai pemasaran. Oleh sebab itu, Suwandi meminta petani bermitra dan diperluas pasarnya.

"Harga ketan hitam sudah tinggi dan bagus, tinggal benahi profesionalitas kelompoktaninya," sebutnya.

Cegah Abrasi di Puteangin Barru, Anggota Kodim 1405 Mallusettasi Tanam Pohon Bakau Bareng Murid SD

VIDEO: Begini Suasana Pertemuan Hasnah Syam Bersama Ratusan Guru Paud di Rumah Jabatan Bupati Barru

Lucinta Luna Berani USG Hingga Ketahuan Hamil Anak Ini, Hasil Hubungan dengan Komandan

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika menyambut baik apa yang diinginkan para eksportir.

Bahkan pihaknya berencana mengembangkan beras khusus, seperti beras organik, beras hitam, beras merah, basmati dan japonica.

"Mitra sudah datang, tinggal bagaimana memperpendek jalur pemasaran," katanya.

Perlu diketahui petani di Kabupaten Bandung ada luas pertanaman beras ketan hitam sekitar 840 ha dengan varietas lokal. Provitas rata-rata tercatat 5,5 ton sampai 7 ton per hektar.

Harga saat ini sekitar Rp 8 ribu gabah kering panen dan harga berasnya Rp 20 ribu per kg. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved