Bupati Mamasa Ramlan Badawi Ungkap Pemakaian Kontrasepsi Modern Meningkat 68,8 Persen
Menyambut hari kontrasepsi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menggelar apel bersama.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Hari Kontrasepsi Sedunia diperingati secara rutin setiap 26 September.
Menyambut hari kontrasepsi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat menggelar apel bersama.
Cabai Merah Jenis Katokkon di Tana Toraja Capai 80 Ribu Per Kilogram
Wawancara di PDIP, Deng Ical Makin Pede Maju di Pilwali Makassar
Acara Pernikahan Berakhir Baku Hantam, Sang Mantan Disebut Cari Gara-gara, Cek Videonya
BREAKING NEWS: Hadang Truk, Ratusan Mahasiswa Menuju Kantor DPRD Sulsel
Jabat Ketua DPRD Sulsel Sementara, Andi Ina Kartika Bilang Begini
Apel pagi yang diinisiasi Dinas Pengendalin Penduduk dan KB Mamasa berlangsung di Lapangan Upacara Kondosapata, Jumat (20/9/2019) pagi tadi.
Kegiatan ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati, Sekda Mamasa dan sejumlah Kepala OPD.
Bupati Mamasa Ramlan Badawi sebagai inspektur upacara mengungkapkan, peringatan hari kontrasepsi sedunia diharapkan dapat meningkatkan komitmen dan dukungan stakeholder, provider dan mitra kerja BKKBN dalam percepatan pencapaian program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Serta pentingnya kontrasepsi dalam mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera, selaras nawacita yang dicanglangkan Presiden RI.
Pada kesempatan itu pula, Ramlan menyebutkan, survei demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007-2012, bahwa program KB di Mamasa menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.
Menurutnya, dilihat dari angka kelahiran total mengalami penurunan dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya, menjadi 2,4 persentase pemakaian kontrasepsi modern, mengalami peningkatan menjadi 68,8 persen.
Selain itu, juga dilihat dari kebutuhan menggunakan KB yang tidak terpenuhi turun menjadi 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Untuk itu kita patut berbangga, namun masih membutuhkan komitmen dan artisipasi aktif dari pemangku kebijakan," terang Ramlan pagi tadi. (*)
Kebakaran Lahan Terus Terjadi di Mamasa, 3 Hektar Lahan Milik Warga Dilalap Api
Sudah hampir dua bulan wilayah mamasa dan sekitarnya memasuki musim kemarau.
Pembakaran lahan dan hutan juga begitu marak terjadi.
Lahan milik warga di Desa Osango, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat kembali terbakar, pada Kamis (19/9/2019) siang tadi.
Baca: Hari Pertama Kerja Usai Dilantik, Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD Mamasa
Baca: Penerangan Jalan Poros Mamasa-Tawalian Tak Berfungsi, Warga Mengeluh
Baca: Sambut HUT ke-64 Lalu Lintas, Satlantas Polres Mamasa Lakukan Ajangsana
Akibatnya, diperkirakan tiga hektar lahan pinus milik warga habis dilalap api.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sambutannya-menyambut-hari-kontrasepsi.jpg)