Kasus Dugaan Korupsi DAK Rp 39 M di Enrekang Mandek, Mahasiswa Demo Kejati Sulsel

Mereka mendesak Kejati Sulsel untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 39 miliar yang ada di Kabupaten Enrekang.

Kasus Dugaan Korupsi DAK Rp 39 M di Enrekang Mandek, Mahasiswa Demo Kejati Sulsel
Ampak Enrekang
Aliansi mahasiswa pemuda anti korupsi (Ampak) Enrekang kembali berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) Enrekang kembali berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Selasa (17/9/2019).

Mereka mendesak Kejati Sulsel untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 39 miliar yang ada di Kabupaten Enrekang.

Dalam aksi tersebut Jendral lapangan, Palas, mengatakan Kabupaten Enrekang kaya akan sumber daya alam dan manusianya, namun tak lepas dari dugaan penyalahgunaan anggaran.

Camat Tamalate Bangun Kemitraan Bareng Tribun Timur

Film The Santri, Kelakuan Anak Ustad Yusuf Mansur Wirda & Gus Azmi Dikecam Bawa Ceramah Ayah Pacaran

UU KPK Direvisi, Ada 7 Poin Perubahan Atas Kesepakatan DPR dan Pemerintah

Dimana dari hasil investigasi yang dilakukannya, ada hal yang sangat aneh atas bantuan untuk daerah Kabupaten Enrekang yakni Dana alokasi khusus (DAK) pada tahun 2015.

Dimana anggaran DAK Rp 39 miliar tersebut diperuntukan untuk proyek pembangunan bendung jaringan air baku Sungai Tabang, Kecamatan Maiwa, berdasarkan lampiran Peraturan presiden nomor 36 tahun 2015.

Namun fakta di lapangan, Pemerintah daerah (Pemda) Enrekang memecah anggaran tersebut menjadi 126 paket proyek di berbagai kecamatan.

Bahkan, pihaknya menduga 126 proyek tersebut fiktif.

Sebab dari proses pelelangan sampai penerbitan surat perintah kerja dan pencairan anggaran dari kas daerah ke para kontraktor telah ada sejak tanggal 18 september 2015.

Sementara pembahasan proyek baru disahkan pada tanggal 30 Oktober 2015.

Sementara salah satu Koordinator aksi, Hilmi Agus, mengatakan kasus ini telah dilaporkan akhir tahun 2018.

Halaman
12
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved