Ekspor Lada Kian Manis bagi Poktan Berkah Tani

manajemen Poktan Berkah Tani bisa membeli lada dari petani anggota kelompok dengan harga lebih tinggi sekitar Rp 80 ribu/kg.

Ekspor Lada Kian Manis bagi Poktan Berkah Tani
handover
Ekspor Lada Kian Manis bagi Poktan Berkah Tani 

 
TRIBUN-TIMUR.COM - Komoditas lada memang sejak dahulu, bahkan hingga kini menjadi incaran pasar dunia. Salah satunya lada putih asal Bangka Belitung (Babel) yang dikenal dengan brand muntok white papper  yang jadi incaran Negara Hongkong, China dan Eropa tertarik

Melihat peluang ekspor lada yang kian manis, Kelompok Tani (Poktan) Berkah Tani yang diketuai Alfeddy Hernandy, kian serius menggarap pasar mancanegara. Apalagi kini sudah ada beberapa perusahaan eksportir yang menawarkan diri membeli lada putih yang dibudidaya petani Babel.

Selama ini lada putih produk Poktan hanya dijual ke pasar lokal. Namun, kini sudah ada beberapa permintaan dari sejumlah  perusahaan di Riau dan Jakarta untuk diekspor ke sejumlah negara. “Sejumlah perusahaan eksportir tersebut umumnya minta produk lada putih muntok dalam bentuk bubuk,” ujarnya.

Saat ini ada salah satu  perusahaan eksportir di Riau yang meminta pasokan lada bubuk untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor ke China dan Hongkong sebanyak 17 ton/bulan. Bahkan, ada juga salah satu perusahaan di Jakarta minta bahan baku lada bubuk untuk diekspor ke Hongkong.

Dengan banyaknya permintaan tersebut Alfeddy mengaku, potensi ekspor lada putih Babel sangat terbuka lebar. Untuk memenuhi permintaan pasar ekspor tersebut pihaknya kini sedang konsentrasi meningkatkan produksi lada putih dengan mendorong  industri hilir.

“Permintaan untuk pasokan pasar ekspor itu sudah ada. Namun, kami belum bisa memenuhinya dalam waktu dekat ini. Sebab, kurun 2 tahun terakhir kami masih fokus untuk perbaikan di hulunya. Nah, tahun ini kami baru mulai di hilirnya sambil terus mendorong produktivitasnya di hulu,” paparnya seraya memperkirakan akhir tahun ini baru bisa ekspor lada bubuk.

Bahkan Alfeddy optimistis bisa ekspor lada bubuk akhir tahun ini. Mengingat, pengembangan hilirisasi yang dilakukan Poktan Berkah Tani sudah berjalan dengan baik. “Kami sudah punya mesin pembubuk/penepungnya bantuan pemerintah. Dengan mesin inilah kami harapkan proses produksi lada bubuk bisa maksimal,” paparnya.

Ekspor yang diperkirakan bisa dilakukan akhir tahun ini akan diarahkan ke pasar Eropa.  Sebab, pasar lada  bubuk ke Eropa jauh lebih baik dibanding Hongkong dan China. Harga lada bubuk di China dan Hongkong sekitar Rp 90 ribu/kg, sedangkan lada bubuk di Eropa bisa dipatok dengan harga Rp 100 ribu-200 ribu/kg, bahkan kalau kualitasnya premium harganya bisa Rp 300 ribu/kg.

Selain harga pasar lada bubuk di Eropa lebih baik, lanjut Alfeddy, sudah ada rekanan dari Swiss Contact yang bersedia membantu menembus pasar  ekspor Eropa. Bahkan mereka juga sudah melihat langsung  proses hilirisasinya.

Gandeng Kelompok Tani

Halaman
12
Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved