Syamsul Bachri Cerita Detik-detik BJ Habibie Memimpin Negara hingga Timor Timur Lepas

yamsul Bachri sudah menjadi anggota DPR RI sejak 1997. Kala itu, terjadi masa-masa awal reformasi.

Syamsul Bachri Cerita Detik-detik BJ Habibie Memimpin Negara hingga Timor Timur Lepas
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
BJ Habibie 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Syamsul Bachri mengenang mantan presiden RI ke-3, BJ Habibie.

Syamsul Bachri sudah menjadi anggota DPR RI sejak 1997. Kala itu, terjadi masa-masa awal reformasi.

"Saya menjadi anggota DPR tahun 1997 ketika Pak Harto masih sangat powerfull, hingga masuk pada masa sulit, krisis," kata Syamsul Bachri, Jumat (13/9/2019).

Ia mengakui, ingat betul, presiden mengeluarkan keppres mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM)

Hal itu  berakibat naiknya harga BBM, mendapat penolakan masyarakat.

FOTO: Turnamen Futsal Executive League 2019

Sasar Nasabah Milenial, Pegadaian Gencar Sosialisasi PDS

Arfi Hakim Sebut Haji dan Umrah Jadi Kebutuhan Primer

"Untuk pertama kalinya Golkar, tidak sejalan dengan kebijakan presiden atau ketua dewan pembina golkar," kata Syamsul Bachri.

Melalui Forum Komunikasi Publik (FKP) di DPR meminta presiden mencabut kepres soal subsidi bbm.

"Sejak saat ini, kepercayaan kepada Pak Harto merosot hingga akhirnya minta berhenti dan digantikan oleh BJ Habibie," kata Syamsul Bachri.

BJ Habibie, berusaha keras untuk memulihkan keadaan krisis multidimensi, diawali pembenahan dibidang ekonomi, hasil cukup baik, bergeser ke politik dengan fokus demokratisasi, hasil juga cukup lumayan.

FOTO: Turnamen Futsal Executive League 2019

Sasar Nasabah Milenial, Pegadaian Gencar Sosialisasi PDS

Arfi Hakim Sebut Haji dan Umrah Jadi Kebutuhan Primer

"Tapi dlm proses politik atau demokratisasi, tekanan kelompok anti Suharto mengarahkan perhatiannya ke Pak Habibie. Istilahnya membiarkan Habibie berkuasa sama saja melanggengkan pengaruh Suharto, itu berkembang di masyarakat politik pro non Suharto," kata Syamsul Bachri.

Menurutnya, sebagai presiden yang sangat singkat, Pak Habibie cukup berhasil dari berbagai sudut pandang.

"Menurut saya satunya sandungan adalah soal referendum Timor Timur yang berakhir dengan lepasnya Timor Timur, itu sangat memukul Pak Habibie ketika pertanggung jawabannya ditolak oleh MPR. Peninggalan Pak Habibie, amat besar bagi kemajuan demokrasi," kata Syamsul Bachri.(*)

angganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved