Mahasiswi Cantik Makassar Ditangkap karena Jadi Kurir Sabu Internasional, Ternyata Segini Bayarannya

Mahasiswi Cantik Makassar Ditangkap karena Jadi Kurir Sabu Internasional, Ternyata Segini Bayarannya

Mahasiswi Cantik Makassar Ditangkap karena Jadi Kurir Sabu Internasional, Ternyata Segini Bayarannya
Youtube
Emi Sulastriani 

Ibu satu anak itu hanya bisa terdiam seribu bahasa di atas motor yang dikendarainya.

Dilansir Tribun Jatim, kala itu, polisi memberondong pertanyaan perihal asal muasal barang bukti sabu-sabu yang dikemas dalam satu poket plastik itu.

Entah karena shock ataukah takut, rentetan pertanyaan itu tetap saja tak dijawab oleh Yettie.

Karena terus bungkam, YA terpaksa digelandang polisi ke Mapolsek Karang Pilang, malam itu juga.

Kanit Reskrim Polsek Karang Pilang Iptu Wardi Waluyo mengungkapkan, YA merupakan ibu rumah tangga yang bekerja sebagai kurir narkoba.

Bisnis jasa antar barang haram yang ia lakukan itu telah berjalan selama tiga tahun.

"Selama itu belum pernah ketangkap dan baru ini dia ketangkap," kata Wardi saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (7/8/2019).

Bahkan, Wardi mengatakan, jumlah pengiriman yang dilakukan YA sudah tak terhitung lagi.

"Hampir setiap hari dia lakukan pengiriman barang," ungkapnya.

Namun anehnya, kendati sudah cukup lama menggeluti bisnis antar barang haram ini, ternyata hasil tes urin YA 'negatif' zat nakotika.

"Dia cuma kurir, pengakuannya tidak menggunakan sabu, dan hasil tes urinnya negatif," jelasnya.

Tak cuma menginterogasi YA, ungkap Wardi, personelnya juga menggeledah kediaman pelaku untuk mencari barang bukti lainnya.

Hasilnya, polisi menemukan narkotika jenis selain sabu-sabu dalam jumlah lumayan.

Diantaranya, sepoket sabu 7.38 gram, 32 butir pil ekstasi warna pink, dan 13 butir pil ekstasi warna unggu.

Ada pula dua butir pil ekstasi warna coklat dan sebuah kantong plastik ganja seberat 314.40 gram.

Berbagai barang haram tersebut disimpan dalam kulkas.

"Tidak ada tempat khusus (tersembunyi), nyimpanya ternyata di dalam kulkas, wah makanya awet," ungkapnya.

Kepada polisi, YA mengaku secara terpaksa menjalankan bisnis jasa antar tersebut sebagai cara membiayai kebutuhan hidup dirinya dan seorang anaknya.

Apalagi semenjak diceraikan suaminya, YA mengaku hanya bisa mengandalkan uang menjadi kurir narkoba.

"Uang hasilnya untuk biaya hidup, dia punya anak satu dan sudah besar, dia kondisinya janda, berpisah dengan suami," katanya.

Wardi menuturkan, semua barang haram yang diperoleh YA berasal dari jaringan narkotika di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Uang para pembeli narkotika langsung masuk ke rekening penjual yang ada di lapas.

Sementara itu, YA hanya menjalankan instruksi dari orang yang mengendalikannya dari lapas.

"Uangnya masuk ke bosnya yang di lapas, lalu dia hanya pelaksana aja," ungkapnya.

Lalu bagaimana sistem upah yang diterima YA sebagai kurir?

Wardi mengungkap, upah kerja kurir YA akan dikirim langsung dari rekening pengedar di lapas ke rekening milik YA.

Lantaran penasaran jumlah uang hasil bekerja sebagai kurir, polisi mencoba melihat jumlah saldo nomor rekening kartu anjungan tunai mandiri milik YA.

"Apa karena keluar masuk keluar masuk itu ya. Pas kami cek kemarin uang direkeningnya dia cuma tersisa sekitar Rp 700 Ribu atau Rp 2 Juta gitu," jelasnya.

Mengetahui hanya sekian jumlahnya, polisi akhirnya menguras semua uang dalam rekening untuk diberikan pada pihak keluarga yang ditinggalkan YA selama menjalani masa hukuman di penjara.

"Ya rekeningnya saya sita, tapi isinya saya ambil lalu saya kasihkan ke keluarganya," tandas Wardi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahasiswi Makassar Jadi Kurir Sabu Internasional, Ketagihan Digaji 20 Juta Demi Penuhi Gaya Hidup, https://www.tribunnews.com/regional/2019/09/13/mahasiswi-makassar-jadi-kurir-sabu-internasional-ketagihan-digaji-20-juta-demi-penuhi-gaya-hidup?page=all.

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved