CitizenReporter
Penyuluh Informasi Publik Literasi Bahaya Hoaks
Guna memberikan wawasan diseminasi informasi dan komunikasi publik tentang Hoax kepada umat Buddha.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebagai Penyuluh Informasi Publik (PIP) yang merupakan kerjasama dan sinergi program antara Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kementerian Kominfo RI) dan Kementerian Agama RI (Kemenag RI) dalam pemerataan program dan kebijakan prioritas pemerintah secara nasional hingga kecamatan.
Maka tugas utama PIP sebagai Penyuluh Agama Non PNS yang direkrut oleh Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI, melaksanakan diseminasi informasi kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat melalui strategi komunikasi tatap muka.
Salah satu materi diseminasi adalah tentang hoaks.
VIDEO: Suasana Rumah BJ Habibie di Kota Parepare
Berikut Jadwal Pelantikan Pimpinan Definitif DPRD Mamasa
BJ Habibie Wafat, Begini Kesan Ashabul Kahfi Hingga Sebut Bapak Teknologi Nasional
Guna memberikan wawasan diseminasi informasi dan komunikasi publik tentang Hoax kepada umat Buddha.
PIP membawakan diseminasi “Literasi Bahaya Hoaks” di lantai dua Parami Buddhist School, Makassar pada Minggu 8 September 2019 siang.
Literasi yang dilakukan usai puja bakti peresmian Parami Buddhist School ini dihadiri 51 peserta.
Terdiri dari pengurus Yayasan Keluarga Buddhis Brahmavihara (Yayasan KBBV) yang menaungi Parami Buddhist School, keluarga besar Parami Buddhist School dan umat Buddha.
Kegiatan literasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital akan media sosial sehingga menjadi lebih sadar akan bahaya hoaks.
Lebih berhati-hati untuk menyebarluaskan suatu informasi, mengetahui cara mengidentifikasi hoaks serta dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri kepada masyarakat.
VIDEO: Suasana Rumah BJ Habibie di Kota Parepare
Berikut Jadwal Pelantikan Pimpinan Definitif DPRD Mamasa
BJ Habibie Wafat, Begini Kesan Ashabul Kahfi Hingga Sebut Bapak Teknologi Nasional
Guna memantapkan kesadaran dan komitmen untuk mewujudkan Tri Kerukunan Umat Beragama demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam literasi ini para peserta diajarkan agar bijak bermedia sosial dengan melakukan seleksi sebelum menyebarluaskan informasi.
Dimana tidak menyampaikan informasi yang sifatnya pribadi serta menjaga diri agar tidak menyebarluaskan konten yang menyebarluaskan hoaks, fitnah, aib, hinaan, ejekan, ujaran kebencian, pornografi dan konten negatif sejenisnya.
Kebenaran berita harus berdasarkan data dan fakta; tanpa itu adalah Hoax. Untuk itu setiap orang harus cerdas dan dapat mengontrol dirinya saat menggunakan media sosial dengan prinsip Saring Sebelum Sharing.(*)
Ditulis: Miguel Dharmadjie, Penyuluh Informasi Publik Sulawesi Selatan
Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/literasi-bahaya-hoaks-di-lantai-dua-parami-buddhist-school.jpg)