Operasi Patuh 2019 Selesai, Siapa Paling Banyak Menunggak Pajak Kendaraan?

MAKASSAR, TRIBUN - Operasi Patuh 2019 telah selesai digelar, Rabu (11/9). Selama Operasi Patuh 2019 ini digelar polisi menjaring ratusan pengendara.

Operasi Patuh 2019 Selesai, Siapa Paling Banyak Menunggak Pajak Kendaraan?
Humas Pemprov Sulsel
Sebuah kendaraan roda empat terjaring Operasi Patuh 2019 di Makassar. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Operasi Patuh 2019 telah selesai digelar, Rabu (11/9). Selama Operasi Patuh 2019 ini digelar, polisi menjaring ratusan pengendara yang tidak taat pajak.

Kepala Seksi Pendataan dan Penagihan UPT Samsat Makassar II Doddy Rahmat, mengatakan selama 14 hari Operasi Patuh 2019, Samsat Makassar II bisa menerima pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 577 juta.

"Jadi pendapatan PKB yang terkumpul ini berasal dari penunggak pajak. Rata-rata kendaraan yang kita jaring ini mobil mewah," ujar Doddy, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya, operasi yang turut dikawal oleh Provost TNI ini, memiliki potensi dalam pendapatan wajib pajak.

"Jadi operasi gabungan ini cukup ketat, karena tidak hanya warga sipil, aparat yng yang tidak memiliki kelengkapan administrasi kendaraan juga dijaring," katanya.

Di lokasi, penunggak pajak kendaraan itu berursan langsung dengan Samsat. Sementara pihak kepolisian lalu lintas menindaki para pengendara yang tidak memiliki kelengkapan atau melanggar aturan lalu lintas.

Ia menambahkan operasi ini untuk sinergi yang baik agar memberikan efek jera kepada pengendara dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas serta identifikasi ranmor melalui wajib pajak.

Selain itu kata Doddy, Operasi Patuh 2019 ini dapat memberikan sumbangsih kepada negara dari hasil tilang dan penertiban pajak.

Selama operasi ini, kendaraan roda dua yang dijaring sebanyak 120 unit, dan roda empat 158 unit.

Sementara itu, Kepala Samsat Makassar II Gita Ikayani mengatakan banyak efek positif dari Operasi Patuh 2019 ini, yakni tingkat kepatuhan masyarakat berkendara semakin baik.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved