Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUNWIKI: 3 Temuan BJ Habibie Hingga Dijuluki Mr Crack

3 Temuan BJ Habibie Hingga Dijuluki Mr Crack salah satunya Teori Habibie

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
saintif.com
3 Temuan BJ Habibie Hingga Dijuluki Mr Crack salah satunya Teori Habibie 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- BJ Habibie mendapat tempat khusus di hati masyarakat Indonesia.

Selain menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia, ia juga membuat temuan yang bermanfaat bagi warga di seluruh dunia.

Pemilik nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie ini bahkan dijuluki Mr.Crack oleh dunia aviasi internasional.

Julukan tersebut diberikan karena temuannya yang amat penting di dunia penerbangan.

Dilansir dari Grid Id, temuan BJ Habibie sampai ia mendapat julukan Mr Crack ialah mengenai keretakkan badan pesawat karena faktor kelelahan rangka pesawat.

BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Rabu (11/9/2019)
BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Rabu (11/9/2019) (net)

TRIBUNWIKI: Semoga Habibie Bertemu Ainun, Jasa yang Diberikan Presiden ke-3 RI untuk Indonesia

Kenangan Presiden Ketiga RI BJ Habibie di Sulsel, Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun di Parepare

Berita Terkini BJ Habibie Meninggal Dunia, Begini Kondisinya Saat Dijenguk Jokowi dan Anies Kemarin

Berikut ini tiga temuan BJ Habibie:

1. Pesawat N-250

Pesawat N-250 adalah pesawat penumpang sipil (airliner) regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia.

Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia.

Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 di mana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN.

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995).

Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng.

Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.

Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis.

Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin, dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved