Kain Sarita Thailand Dipajang di Museum Mamasa, Begini Historynya
Berbagai peninggalan budaya dipajang di dalam museum, yang terletak tidak jauh dari Rumah Jabatan Bupati Mamasa, di Kelurahan Mamasa.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Museum Negeri Demmatande, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat telah diresmikan, Senin (9/9/2019) siang tadi.
Berbagai peninggalan budaya dipajang di dalam museum, yang terletak tidak jauh dari Rumah Jabatan Bupati Mamasa, di Kelurahan Mamasa.
Di lantai pertama museum ini, berbagai peninggalan sejarah berupa pusaka nenek moyang masyarakat Mamasa dipajang.
7 Tewas, Putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty Dul Jaelani: Maafkan Kesalahan Saya
Basarnas Bantaeng Jadi Instruktur Pelatihan Water Rescue di Bukukumba
7 Peristiwa Besar Dibalik Anjuran Puasa Asyura 10 Muharram, Tobat Nabi Adam hingga Kisah Nabi Musa
Sementara di lantai dua, berbagai perhiasan dan tenunan khas masyarakat Mamasa menjadi pajangan disetiap sisi.
Namun ada beberapa hasil tenunan dari luar Mamasa.
Misalnya tenunan kain Seikomandi yang berasal dari Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulbar.
Selain itu, juga terdapat kain dari luar negara Indonesia, yakni kain sarita dari Thailand.
Lalu apa relasi dari kedua hasil tenunan dari luar daerah Mamasa, dan history budaya masyarakat Mamasa pada zaman dahulu?
Kepala Bidang Kenudayaan, Dinas Penidikan Kabupaten Mamasa, Yavet Sambokaraeng mengatakan, pada masa lampau, ada history yang terjadi antara masyarakat Mamasa, Thailand dan Kalumpang.
Yavet menjelaskan, konon keturunan nenek moyang masyarakat Mamasa berasal dari dataran china.
Sehingga nama dari istri Pongkapadang manusia pertama di Mamasa, diberi nama Tori Je'ne, yang berarti orang yang berasal dari wilayah pantai.
Kopsurgah KPK Temui Empat Sekda di Makassar, Ada Apa ?
VIDEO; Suasana Pelantikan 49 Anggota DPRD Makassar
Menpan RB dan Chairul Tanjung Hadiri Dies Natalis Unhas
"Itu diperkirakan perempuan dari China yang terdampar dari Tabulahan," jelas Yavet.
Dengan begitu, kaitannya dengan peninggalan Thailand, Yavet mengatakan, Thailan adalah merupakan bagian dari suku bangsa Indonesia.
Hal serupa juga bagi history masyarakat Mamasa dan Kalumpang.
Sebelumnya, Mamasa dan Kalumpang merupakan satu kesatuan wlayah keadatan, yang disebut 'limbong kalua'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/seikomansi-tenunan-khas-kalumpang-dan-kain-sarita-thailand.jpg)