Pemuda Sendana Rela Mengamen Demi Pengobatan Bocah Penderita Tumor, Nur Aisyah Lukman
Sejak Rabu (4/9/2019), sekelompok pemuda ini mengamen di depan Indomaret di Somba, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana. Mereka mengamen tiap malam.
Penulis: edyatma jawi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Sejumlah pemuda di Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) rela mengamen untuk mengumpulkan bantuan bagi penderita tumor, Nur Aisyah Lukman.
Sejak Rabu (4/9/2019), sekelompok pemuda ini mengamen di depan Indomaret di Somba, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana. Mereka mengamen tiap malam hingga pukul 23.00 WITA.
Oktober, Seribu Member YNCI Bakal Padati Kota Palopo
VIDEO: Jelang Pembukaan Kejurda Futsal Gubernur Sulsel, Begini Suasana di GOR Barru
Ini Tulisan di Cincin Driver Gocar yang Dibunuh Oknum TNI di Cimanggis & Sosok Pemesan Terakhir
Program Kotaku, Warga Tombolo Gowa Kini Nikmati Jalan Mulus
Serunya! Mendikbud RI Hadiri Hari Aksara Internasional ke-54 di Lapangan Karebosi Makassar
Pemuda Sendana, Ahmad Sulo Bulawang mengatakan, itu merupakan bentuk kepedulian terhadap Nur Aisyah Lukman yang sedang berjuang melawan penyakit tumor yang menggerogoti tubuhnya.
Ahmad bersama kawan-kawan sangat prihatin terhadap kondisi bocah delapan tahun itu. Sehingga mereka tergerak untuk menggalang dana dengan mangamen.
"Kami ingin membantu mengumpulkan biaya berobat untuk Nur Aisyah Lukman," ujar Ahmad Sulo Bulawang, Minggu (8/9/2019).
Kata Ahmad, kondisi Nur Aisyah kini sangat memperihatinkan. Pada usia sangat belia, bocah itu telah menderita penyakit yang sangat berbahaya.
Apalagi kondisinya kian memburuk. Tumor di dalam kepalanya kini menggerogoti tubuhnya.
Kini putri pasangan Lukman dan Irawaty itu lumpuh total. Seluruh badannya kaku dan seperti tinggal tulang dibungkus kulit.
Ahmad mengatakan, Nur Aisyah Lukman sangat membutuhkan uluran tangan. Selain dukungan moril, anak itu juga memerlukan biaya selama pengobatan.
"Semoga yang kami lakukan ini bisa sedikit membantu meringankan beban Nur Aisyah Lukman dan keluarganya," ujar Ahmad.
Nur Aisyah Lukman merupakan warga Galung Paara, Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae.
Bocah yang masih duduk di bangku kelas III SD itu sedang menjalani perawatan di RS Wahidin Makassar.
Gejalan tumor yang mendera tubuh Nur Aisyah mulai muncul akhir Ramadan lalu. Saat ini kondisinya kian parah. Seluruh tubuhnya tak dapat lagi digerakkan.
Nur Aisyah berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Ayahnya, Lukman hanya seorang buruh pandai besi yang diupah Rp30 ribu per hari. Sementara ibunya tidak bekerja. (Tribun Majene.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sendana-mengamen-di-parkiran-indomaret-kelurahan-mosso.jpg)