Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Irigasi Pertanian Gowa Dilirik Pulau Taliabu Maluku

Ketua DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Moh Nur Hasi mengatakan, Irigasi pertanian yang dikelola Pemerintah Kabupaten Gowa menarik minatnya untuk dipelaja

Tayang:
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
Humas Pemkab Gowa
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H Muchlis menyambut rombongan Anggota DPRD Kabupaten Pulau Talibu 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Peningkatan hasil pertanian di wilayah Kabupaten Gowa menjadi daya tarik bagi DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara untuk dipelajari.

Hal itulah ditandai dengan studi banding Anggota DPRD Kabupaten Pulau Talibu ke Kabupaten Gowa belum lama ini.

Pengurus Pemuda Pancasila Kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat di Kukuhkan

AZP-JMS Saling Puji, Akan Kah Berpaket di Pilkada Bulukumba 2020?

Darije Buka Suara Terkait Nasib Pemain PSM, Termasuk Ferdinand Sinaga dan Guy Junior

Sudah Satu Tahun Lebih Beroperasi, Pengunjung Pasar Mulyorejo Luwu Utara Sepi Pengunjung

Buka Festival Keraton Nusantara, Wali Kota Palopo Minta Warga Lakukan Ini

 

Ketua DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Moh Nur Hasi mengatakan, Irigasi pertanian yang dikelola Pemerintah Kabupaten Gowa menarik minatnya untuk dipelajari.

Untuk itu, mereka melakukan study banding di kota berjuluk Butta Bersejarah ini agar hasil pertanian di wilayahnya dapat meningkat.

"Jadi kedatangan kami ingin melakukan sharing sekaligus berdiskusi masalah irigasi pertanian yang ada di Gowa," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Minggu (8/9/2019).

Ia pun meminta agar para SKPD terkait dapat memberi acuan dan masukan terkait kiat-kiat yang dilakukan untuk mendorong hal tersebut.

Apalagi di Pulau Taliabu ini masih dikenal sebagai daerah yang sangat minim infrastruktur.

"Daerah kami ini sangat minim infrastruktur, sehingga daerah kami masih perlu pembinaan. Olehnya itu, Kabupaten Gowa ini yang kami jadikan acuan agar kemudian dapat kami sosialisasikan disana," tuturnya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Pulau Taliabu adalah salah satu Kabupaten di provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pulau Taliabu merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sula yang luasnya 15.078,05 km².

"Jadi kabupaten kami ini hanya mempunyai 8 kecamatan dan 71 kelurahan yang bisa di bilang kabupaten kami ini masih kecil dan baru berumur sekitar 5 tahun," tutur Nur Hasi.

Sementara itu Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis mengucapkan terima kasih kepada rombongan yang telah mempercayakan Kabupaten Gowa sebagai tempat studi bandingnya.

Lanjutnya, terkait projek irigasi yang ada di Gowa, ia menjelaskan bahwa Kabupaten Gowa sedang dilakukan pembangunan bendungan berskala nasional.

Tujuannya untuk semakin memaksimalkan saluran irigasi yang tujuannya tentu untuk mendorong peningkatan hasil-hasil pertanian.

Ada tiga bendungan yang direncanakan akan dan telah dibangun di wilayah Gowa.

Pertama Bendungan Karangloe, yang sudah memasuki tahap akhir dan sekarang ini tersisa 14 hektar irigasinya yang diperuntukkan bagi Kabupaten Jeneponto.

Pembangunan bendungan Pammukulu yang diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Takalar, dan Bendungan Jennelata yang posisinya berdampingan Bendungan Bili-bili.

"Bendungan ini khusus mengaliri daerah yang ada di Gowa dan masuk kategori proyek strategis nasional," jelasnya.

Untuk di bidang pertanian, Pemkab Gowa secara berskala memberikan bantuan bibit dan pupuk bagi para kelompok petani. Atas komitmen ini hasil produksi padi di Kabupaten Gowa selalu melampaui target nasional.

"Setiap tahun kami sering mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karna kami selalu memenuhi kewajiban dalam menjaga stok pangan nasional," terangnya.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H Muchlis menyambut rombongan Anggota DPRD Kabupaten Pulau Talibu
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H Muchlis menyambut rombongan Anggota DPRD Kabupaten Pulau Talibu (Humas Pemkab Gowa)

Tak hanya itu, mantan Kepala Bappeda ini juga membeberkan bahwa Kabupaten Gowa memiliki program-program unggulan yang mungkin bisa di terapkan di Pulau Taliabu.

"Kami telah memenuhi stuktur kelembagaan yang mana komisi irigasi yang menentukan jadwal tanam benih dan jadwal buka tutup air, serta memiliki lembaga Induk Petani Pemakai Air (IP3A) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)," tambahnya.

Sekadar diketahui Kabupaten Gowa memiliki luas wilayah 1.883,33 kilo meter persegi atau 3,01 persen dari wilayah daratan Provinsi Sulsel dengan jumlah penduduk 754.220 jiwa.

Secara geografis Kabupaten Gowa terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi, di mana wilayah administrasi terdiri dari 18 kecamatan, 121 desa dan 46 jelurahan, serta 675 dusun/lingkungan.

Sebelumnya, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa H Muchlis menyambut rombongan Anggota DPRD Kabupaten Pulau Talibu di Baruga Tinggimae, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (5/9/2019) lalu.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyono.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Pengurus Pemuda Pancasila Kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat di Kukuhkan

AZP-JMS Saling Puji, Akan Kah Berpaket di Pilkada Bulukumba 2020?

Darije Buka Suara Terkait Nasib Pemain PSM, Termasuk Ferdinand Sinaga dan Guy Junior

Sudah Satu Tahun Lebih Beroperasi, Pengunjung Pasar Mulyorejo Luwu Utara Sepi Pengunjung

Buka Festival Keraton Nusantara, Wali Kota Palopo Minta Warga Lakukan Ini

 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved