Andi Ibrahim Raih Gelar Doktor di UIN Alauddin Makassar dengan Predikat Cumlaude

Pria kelahiran Kabupaten Soppeng ini berhak menyandang gelar Doktor dalam Dirasah Islamiyah di kampus UIN Alauddin Makassar

Andi Ibrahim Raih Gelar Doktor di UIN Alauddin Makassar dengan Predikat Cumlaude
Dokumen Andi Ibrahim
Andi Ibrahim (tengah) Raih Gelar Doktor di UIN Alauddin Makassar dengan Predikat Cumlaude 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Andi Ibrahim, S.Ag., SS.,M.Pd, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri ( UIN) Alauddin Makassar berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul "Preservasi Informasi Ajaran Tomanurung Pulang Palipada Perspektif Pendidikan Islam".

Pria kelahiran Kabupaten Soppeng ini berhak menyandang gelar Doktor dalam Dirasah Islamiyah di kampus UIN Alauddin Makassar, Samata, Gowa, Rabu ( 4/9/2019).

 

Andi Ibrahim berhasil menyelesaikan Program Doktor S3 selama 1 tahun 6 bulan dengan Indeks Pendidikan Kumulatif (IPK) 3,87 dengan predikat cumlaude.

Menurut Andi Ibrahim, penelitian yang ia susun menujukkan bahwa proses preservasi informasi ajaran Tomanurung Puang Palipada di Kabupaten Enrekang sangat penting dilakukan dalam upaya menyelamatkan nilai informasi suatu ajaran.

Sebelum ajaran Islam ada di Kabupaten Enrekang, maka ajaran Tomanurung Puang Palipada yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dijadikan pedoman hidup dalam melakukan aktivitas kehidupan.

Preservasi informasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pelestarian informasi, baik lisan maupun tulisan.

Ajaran Tomanurung Puang Palipada, sesuai dengan ajaran Islam sehingga saat ajaran Islam masuk sangat mudah diterima oleh masyarakat dan arung.

Lebih lanjut, hasil penelitian Andi Ibrahim menujukkan bahwa ajaran Tomanurung di Enrekang tumbuh dan berkembang.

Selain itu selaras dengan ajaran Islam, sehingga perlu pelestarian nilai informasi yang dikandung, nilai itu adalah Pendidikan Islam yang berkenaan dengan ajaran Tomanurung.

Ajaran Tomanurung terdiri dari pantangan dan tabu atau pamali, diantaranya jangan engkau mengambil milik orang lain, jangan engkau mengucapkan kata yang tidak wajar kepada orang lain, umpamanya manusia anjing atau manusia babi, dan jangan mengingkari janji pada orang lain.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved