Putusan Majelis Sidang PKPU Kasus Dugaan Persekongkolan Tender RSUD Daya Makassar

Majelis sidang dipimpin Dr Chandra Setiawan, Kurnia Toha dan Harry Agustanto sebagai anggota di Ruang sidang Kanwil VI KPPU Makassar,

Putusan Majelis Sidang PKPU Kasus Dugaan Persekongkolan Tender RSUD Daya Makassar
muh. hasim arfah
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bakal memutuskan perkara di Ruang sidang Kanwil VI KPPU Makassar, Gedung Keuangan Negara (GKN) II Lantai 6, Jl Urip Sumoharjo KM 4 Makassar, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui Majelis Komisi melakukan pemeriksaan terhadap Perkara Nomor 10/KPPU-I/2018 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Majelis sidang dipimpin Dr Chandra Setiawan, Kurnia Toha dan Harry Agustanto sebagai anggota di Ruang sidang Kanwil VI KPPU Makassar, Gedung Keuangan Negara (GKN) II Lantai 6, Jl Urip Sumoharjo KM 4 Makassar, Selasa (3/9/2019).

Perkara ini berawal dari penelitian inisiatif dan ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan mengenai dugaan pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh, PT Haka Utama sebagai Terlapor I; PT Seven Brothers Multisaranasebagai Terlapor II; PT Restu Agung Perkasa sebagai Terlapor III; dan Kelompok Kerja (Pokja) V Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Makassar Tahun 2017sebagai Terlapor IV.

Majelis komisi menganggap persekongkolan horizontal yang dilakukan oleh PT Haka Utama, PT Seven Brothers Multisarana, PT Restu Agung Perkasa, kesamaan harga satuan pekerjaan mekanikal, harga satuan pekerjaan elektrikal dan harga satuan pekerjaan struktur, kesamaan dokumen metode pelaksanaan, kesamaan perilaku copy paste dokumen spesifikasi teknis; kesamaan dokumen Pra RK3K, harga penawaran mendekati harga perkiraan sendiri (HPS), penyusunan dokumen penawaran Terlapor I, Terlapor II, dan Terlapor III oleh satu orang atau pihak yang sama.

Sehingga, majelis komisi memutuskan;

1. Menyatakan bahwa Terlapor I, Terlapor II, Terlapor III, dan Terlapor IV, terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat;

2. Menghukum Terlapor I membayar denda sebesar Rp2.852.384.000,00 (dua miliar delapan ratus lima puluh dua juta tiga ratus delapan puluh empat ribu rupiah) yang harus disetor ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan 425812 (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha) selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap;

3. Menghukum Terlapor II membayar denda sebesar Rp1.901.589.000,00 (satu miliar sembilan ratus satu juta lima ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah) yang harus disetor ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan 425812 (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha) selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap;

4. Melarang Terlapor I, Terlapor II, dan Terlapor III untuk mengikuti pengadaan barang dan jasa secara bersama-sama pada paket pekerjaan yang sama;

5. Melarang Terlapor I untuk mengikuti tender dalam lingkup pengadaan Rumah Sakit yang menggunakan dana APBN dan APBD di seluruh Indonesiaselama 2 (dua) tahun sejak putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap;
6. Memerintahkan Terlapor III untuk menghentikan praktik peminjaman perusahaan kepada pihak manapun;
7. Memerintahkan Terlapor I dan Terlapor II untuk melaporkan dan menyerahkan salinan bukti pembayaran denda tersebut ke KPPU.(*)

Saksikan live Facebook Majelis Komisi KPPU!

https://www.facebook.com/tribuntimurdotcom/videos/1318997908276588/

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved