Hari Ini, KPPU Putuskan Kasus Dugaan Persekongkolan Tender RSUD Daya Makassar

Sebelumnya majelis sudah sudah memeriksa pihak terlapor yaitu PT Restu Agung, PT Haka Utama, dan PT Seven Brothers.

Hari Ini, KPPU Putuskan Kasus Dugaan Persekongkolan Tender RSUD Daya Makassar
fadly/tribun-timur.com
Kepala Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar yang baru Hilman Pujana (kanan) menggantikan Pelaksana Harian (Plh) Kanwil VI KPPU Makassar Charles Pandji Dewanto, melalui seremoni serah terima jabatan di aula Kantor KPPU, lantai 6 Gedung Keuangan Negara (GKN) Jl Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), bakal memutuskan perkara di Ruang sidang Kanwil VI KPPU Makassar, Gedung Keuangan Negara (GKN) II Lantai 6, Jl Urip Sumoharjo KM 4 Makassar, Selasa (3/9/2019). 

KPPU menggelar sidang perkara dugaan pelanggaran pasal 22 UU No.5 Tahun 1999 terkait larangan persekongkolan tender, pada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar

Sebelumnya majelis sudah sudah memeriksa pihak terlapor yaitu PT Restu Agung, PT Haka Utama, dan PT Seven Brothers. 

Panpel PSM - YOSS Bertemu di GOR Mattoanging, Ini Dibahas

Ini Jenis Pelanggaran Pengendara di Wajo Terbanyak Terjaring di Operasi Patuh 2019

Video Sopir Berhubungan Badan di Pintu Angkot Viral di WhatsApp (WA), Kronologi Video 30 Detik

Namun pada sidang kali ini, salah satu terlapor yaitu PT Seven Brothers tidak hadir memenuhi panggilan Majelis Komisi.

 Sidang dengan nomor perkara 10/KPPU-I/2018 ini, dipimpin oleh ketua Majelis Komisi Chandra Setiawan, dan anggota Majelis Komisi Harry Agustanto. 

Investigator KPPU pada sidang perkara kali ini yaitu Lukman Sungkar, Frans Adiatma, dan Mansur. 

Sidang ini sudah bergulir sejak, Januari 2019. 

 Sebelumnya, Koordinator Investigator Lukman Sungkar menyebut, empat terlapor diduga melanggar Pasal 22 UU No 5 Tahun 1999 tentang persekongkolan tender dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 44,96 miliar.

Keempatnya, PT Haka Utama, PT Seven Brothers Multisarana, PT Restu Agung Perkasa, dan Kelompok Kerja (Pokja) V Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Makassar Tahun Anggaran 2017.

"Dalam laporan dugaan pelanggaran, keempat terlapor kuat terkait dengan persekongkolan tender baik secara horizontal dan vertikal, dimana PT Haka Utama menjadi pemenang tender pada perkara a quo," ujar Lukman Sungkar.

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved