Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Terjadi Kecelakaan Beruntun Libatkan 21 Mobil hingga 6 Orang Tewas, Benarkah Tol Cipularang Angker?

Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang atau Cipularang menjadi jalan yang rawan terjadi kecelakaan

Editor: Anita Kusuma Wardana

Terjadi Kecelakaan Beruntun di KM 92 Tol Cipularang  Jawa Barat Libatkan 21 Mobil hingga 6 Orang Tewas.

Benarkah Tol Cipularang Angker?

TRIBUN-TIMUR.COM-Kecelakaan beruntun terjadi di KM 92 Tol Cipularang, Jawa Barat, Senin (2/9/2019).

Kecelakaan beruntun itu terjadi pada Selasa (2/9/2019), pukul 12.30 WIB.

Dikutip TribunWow.com video pascakecelakaan diunggah oleh akun Facebook Ali S Wishnu, Selasa (2/9/2019).

Api juga berkobar membakar sebagian badan truk yang turut terlibat kecelakaan.

Tak hanya truk terbakar, sejumlah mobil, bus dan truk besar lainnya juga terlihat terpelosok tak beraturan ke sisi jalan.

Terjadi Kecelakaan Beruntun Libatkan 21 Mobil hingga 6 Orang Tewas, Benarkah Tol Cipularang Angker?
Terjadi Kecelakaan Beruntun Libatkan 21 Mobil hingga 6 Orang Tewas, Benarkah Tol Cipularang Angker? (Capture Facebook Ali S Wishnu)

Kecelakaan beruntun itu diketahui terjadi di ruas jalan menuju arah Jakarta dari Bandung.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas Tv live, anggota polisi AKP Riki menuturkan sementara jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntuk ada 21 kendaraan.

Serta korban luka berjumlah 8 orang.

Setelah Vina Garut, Kini Muncul Video Hot Mahasiswi Banjarmasin dengan Pacarnya Viral di WhatsApp

Suami Pasang CCTV di Rumah, Menyedihkan Saat Sadari Tingkah Sang Istri, Foto-foto Berikut Jadi Bukti

Hanya Gegara Makanan, Ayah Lempari Anak dengan Pisau hingga Tewas, Keluarga Sepakat Tutupi

Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang, Jawa Barat, Senin (2/9/2019).
Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). (Capture Kompas Tv)

Hingga Selasa (2/9/2019), siang masih diupayakan evakuasi dari korban.

Ada juga kendaraan yang terbakar api yang cukup besar dan masih diupayakan pemadaman.

Sedangkan masih ada korban yang tergencet dan sedang diupayakan penyelamatan.

Riki menduga sementara kecelakaan lantaran media jalan yang turun dan pengemudi tak dapat menjaga jarak aman.

"Media jalanan turun, dugaan kuat karena jalan turun, kendaraan tidak bisa menjaga jarak aman," ujar Riki.

"Masih diupayakan evakuasi kecelakaan."

Setelah Vina Garut, Kini Muncul Video Hot Mahasiswi Banjarmasin dengan Pacarnya Viral di WhatsApp

Suami Pasang CCTV di Rumah, Menyedihkan Saat Sadari Tingkah Sang Istri, Foto-foto Berikut Jadi Bukti

Hanya Gegara Makanan, Ayah Lempari Anak dengan Pisau hingga Tewas, Keluarga Sepakat Tutupi

Benarkah Tol Cipularang Angker?

Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang atau Cipularang menjadi jalan yang rawan terjadi kecelakaan.

Penduduk sekitar tol percaya bahwa tingginya angka kecelakaan karena jalan bebas hambatan ini ada di sekitar Gunung Hejo yang angker.

Masyarakat setempat percaya bahwa gunung yang terletak di Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Jawa Barat, itu merupakan tempat petilasan atau bertapa Prabu Siliwangi, raja termasyhur di Kerajaan Pajajaran.

Tol Cipularang
Tol Cipularang (bujt.pu.co.id)

Letak petilasan itu berada di kilometer 96.2 Tol Cipularang, tepatnya di sebelah kiri arah tol Bandung menuju Jakarta.

Untuk menuju ke kawasan Gunung Hejo orang bisa menaiki anak tangga yang ada di samping tol tersebut. Wujud petilasan menyerupai makam dengan batu terbungkus kain putih.

Di batu itulah konon Prabu Siliwangi sering bertapa.

Menurut penduduk setempat, baik sebelum dan sesudah Tol Cipularang dibangun, petilasan itu sering ramai dikunjungi peziarah.

Mereka datang dari berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Kerawang, Bandung, dan Jawa Tengah.

Beredar kabar saat pembangunan tol dimulai, pihak kontraktor berusaha menembus Gunung Hejo untuk dijadikan jalan tol.

Namun, usaha itu gagal karena gunung tersebut tak bisa dirobohkan dengan alat berat. Alhasil rute jalan tol di daerah itu dibuat melingkar.

Pun, entah kebetulan atau tidak, banyak kecelakaan di Tol Cipali yang memakan korban jiwa terjadi di sekitar daerah itu, yaitu di kilometer 90-100.

Berbagai penampakan makhluk gaib juga sering muncul di sekitar kawasan tersebut sehingga memicu terjadinya kecelakaan.

Cerita lainnya adalah terkait ingkar janji kontraktor.

Menurut penduduk setempat kontraktor berjanji akan membuka dan membuat akses jalan menuju ke Gunung Hejo, terutama ke tempat petilasan Prabu Siliwangi.

Namun, janji tinggal janji, karena hingga jalan Tol Cipularang beroperasi kontraktor tak membuat jalan akses ke Gunung Hejo.

Akibatnya "penunggu" alam gaib Gunung Hejo pun murka sehingga banyak kecelakaan di kawasan tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan, bahwa di kilometer 97 memang rawan kecelakaan.

Oleh karena itu Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jasa Marga, Kepolisian, dan sejumlah pakar pernah melakukan evaluasi dan penelitian di kilometer 90 sampai 100.

"Kalau dilihat dari hasil kajian ilmiah kilometer 90-100 secara keseluruhan, pengguna kendaraan memang harus ekstra hati-hati saat melewati jalur tersebut. Kondisi jalanan menurun dengan belokan dan kontur angin membuat pengendara harus lebih hati-hati," ujar Martinus yang dua tahun lalu menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jawa Barat, seperti dimuat Kompas.com, Selasa (2/12/2014) silam.

Sementara itu, pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Ofyar Z Tamin, mengatakan bahwa trek jalan yang mulai menurun dari kilometer 100 dan ditambah beban massa dari kendaraan membuat laju kendaraan bertambah cepat.

Saat kondisi seperti ini, pengemudi seharusnya meningkatkan kewaspadaan.

"Saat mendesain dan membangun jalan ada yang disebut kecepatan rencana. Artinya, kendaraan akan aman jika melaju baik saat memasuki tikungan atau jalan menurun berada di bawah kecepatan rencana," ujar Tamin.

Antisipasi

Mengatur kecepatan mobil adalah solusi untuk meminimalkan risiko mengalami kecelakaan saat melintasi Tol Cipularang.

Apalagi, saat melintasi kilometer 90-100, kondisi trek menurun membuat laju kendaraan bertambah cepat dengan sendirinya.

Kemudikan mobil pada rentang kecepatan 60-80 kilometer per jam.

Jadi, jika mobil Anda melalui jalan menurun, kecepatan pun akan naik tak terlalu jauh, dan masih berada di bawah batas kecepatan maksimal 100 kilometer per jam.

Selain itu, bila mengantuk saat berkendara mobil, ada baiknya menepikan mobil ke bahu jalan untuk beristirahat.

Namun, jika ingin mencari tempat istirahat lain, saat ini beberapa aplikasi mobile di ponsel sudah mempunyai fitur "Near Me" yang bisa menunjukkan lokasi pom bensin, supermarket, dan posko mudik terdekat dari lokasi Anda berada.

Jika mobil Anda tiba-tiba mengalami gangguan teknis di jalan tol, beberapa aplikasi mobile juga dapat jadi solusi.

Aplikasi Otocare misalnya, memiliki pula fitur Call Garda Akses untuk memberikan bantuan darurat mobil derek.

Perjalanan Anda dan sekeluarga melewati Tol Cipularang pun akan jauh lebih aman.

Rasa takut dan cemas terhadap cerita angker di tol penghubung Kota Jakarta dan Bandung itu bukan jadi masalah lagi. 

Setelah Vina Garut, Kini Muncul Video Hot Mahasiswi Banjarmasin dengan Pacarnya Viral di WhatsApp

Suami Pasang CCTV di Rumah, Menyedihkan Saat Sadari Tingkah Sang Istri, Foto-foto Berikut Jadi Bukti

Hanya Gegara Makanan, Ayah Lempari Anak dengan Pisau hingga Tewas, Keluarga Sepakat Tutupi

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Video Detik-detik Pascakecelakaan Beruntun Tol Cipularang, 21 Mobil Terlibat hingga Api Bakar Truk dan "Rawan Kecelakaan di Tol Cipularang Akibat Angker atau Hal Lain?"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved