Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polimarim Teken Kerja Sama 5 Kampus Luar Negeri, Ada dari Malaysia hingga Jepang, Ini Nama-namanya?

5 kampus yang melakukan LOI adalah Universiti Sultan Zainal Abidin di Malaysia, Imus Institute of Science Technology di Filipina, Tohoku University

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Arif Fuddin Usman
Polimarim Teken Kerja Sama 5 Kampus Luar Negeri, Ada dari Malaysia hingga Jepang, Ini Nama-namanya? - direktur-politeknik-maritim-ami-makassar-meneken-letter-of-intent-loi.jpg
dok humas polimarim
Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar meneken Letter of Intent (LOI) dengan lima kampus luar negeri di STISIP Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Wamena, Papua, Jumat-Sabtu (27-28/8/2019).
Polimarim Teken Kerja Sama 5 Kampus Luar Negeri, Ada dari Malaysia hingga Jepang, Ini Nama-namanya? - direktur-politeknik-maritim-ami-makassar-meneken-letter-of-intent-loi-1.jpg
dok humas polimarim
Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar meneken Letter of Intent (LOI) dengan lima kampus luar negeri di STISIP Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Wamena, Papua, Jumat-Sabtu (27-28/8/2019).
Polimarim Teken Kerja Sama 5 Kampus Luar Negeri, Ada dari Malaysia hingga Jepang, Ini Nama-namanya? - direktur-politeknik-maritim-ami-makassar-meneken-letter-of-intent-loi-2.jpg
dok humas polimarim
Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar meneken Letter of Intent (LOI) dengan lima kampus luar negeri di STISIP Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Wamena, Papua, Jumat-Sabtu (27-28/8/2019).

Polimarim Teken Kerja Sama 5 Kampus Luar Negeri, Ada dari Malaysia hingga Jepang, Ini Nama-namanya?

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kampus Politeknik Maritim AMI Makassar atau Polimarim melakukan penandatanganan kerja berwujud Letter of Intent (LOI) dengan lima perguruan tinggi luar negeri asal Thailand, Malaysia, Filipina, dan Jepang.

Penanandatanganan Letter of Intent dilakukan Polimarim dengan lima kampus tersebut di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) Wamena, Papua, Jumat-Sabtu (27-28/8/2019).

Kelima kampus yang melakukan kesepakatan kerja sama adalah Universiti Sultan Zainal Abidin di Malaysia, Imus Institute of Science Technology di Filipina, dan Graduate School of International Cultural Studies, Tohoku University di Jepang.

Baca: Pantau CCTV di Rumah, Seorang Suami Kaget Lihat Kelakuan Istri, Curhat di FB dan Posting 9 Foto Ini?

Baca: Hasil & Klasemen Liga Spanyol, Joao Felix Bawa Atletico Teratas, Barcelona Seri, Real Madrid Posisi?

Lalu dengan dua kampus perguruan tinggi negeri dan swasta di Thailand yakni Pathumthani University di Thailand dan Fatoni University di Thailand.

Dikutip dari rilis humas yang diterima tribun-timur.com, Senin (2/9/2019), Direktur Polimarim Amrin Rani SE MM mengatakan pihaknya saat ini memang terus melakukan pengembangan kampus.

“Sehingga kami menggandeng kampus-kampus yang memiliki fokus program keilmuan yang sejenis, untuk diajak bekerja sama.

Semakin luas lembaga yang kami gandeng untuk kerja sama, tentu peluang kampus kami juga semakin luas,” ujarnya.

“Tak hanya itu, semakin jauh jangkauan kerja sama Polimarim, maka nama kampus kami untuk dikenal lembaga lain juga makin luas.

Apalagi jika sampai ke negara-negara luar negeri, termasuk negara Asean,” lanjutnya.

Baca: Kembali ke Pemprov Sulsel, Stadion Mattoanging Bakal Direnovasi Berat Mirip Stadion Ini? Mulai 2020

Baca: Kata Zodiak - 4 Bintang Ini Bakal Selalu Ketemu Hari Baik di Bulan September 2019, Virgo Superstar

Tentang penandatanganan kerja sama yang dilakukan Polimarim hingga diWamena, Papua, Amrin menjelaskan jika kampus yang dipimpinnya memang memiliki relasi yang baik dengan STISIP Amal Ilmiah Yapis.

Karena itu, lanjut Amrin, pihaknya sangat proaktif dengan kerja sama meskipun ajakan itu hingga ke luar provinsi, bahkan hingga ke luar negeri.

Kunjungan Lerus Group

Salah satu contoh kerja sama dengan lembaga luar negeri, baru-baru ini Polimarim mendapat kunjungan tamu marine chief engineer dari Ukraina, Mr Ruslan Gromovenko, di Kampus Polimarim Jl Nuri Baru Makassar, Jumat (27/7/2019) lalu.

Mr Ruslan Gromovenko adalah Chief Executive Officer (CEO) Lerus Group. Lerus Group bergerak di kegiatan Maritime Training Dinamic Position (DP) memiliki kantor pusat di Ukraina dan memiliki cabang di Singapura dan Indonesia.

Kunjungan Lerus Group ke kampus Politeknik Maritim AMI Makassar diterima Direktur Amrin Rani SE MM, wakil direktur, quality management representative (QMR), dan petinggi kampus lainnya.

Kunjungan Lerus Group bertujuan untuk uji petik kampus Polimarim sebagai lembaga pendidikan maritim swasta terbesar di kawasan timur Indonesia.

“Kedatangan Lerus Group dalam rangka melakukan uji petik tingkat pengetahuan dan pemahamam serta kompetensi calon perwira pelayaran niaga yang akan diluluskan oleh Polimarim pada tahun 2019,” kata Direktur Polimarim Amrin Rani.

Uji petik yang dilakukan terutama terkait communication skill dalam bahasa Inggris, yang memungkinkan taruna-taruni Polimarim dapat direkrut sebagai awak kapal niaga untuk mengawaki kapal-kapal niaga di seluruh dunia.

Baca: Janda Muda Asal Jabar Tinggal di Bali Dihamili Bule Beristri, Minta Bantuan Hotman Paris Tuntut Ini?

Baca: Update Klasemen Liga 1 - Persija Takluk, Barito Putera Naik, PSM Urutan 8, Arema FC & Persib Posisi?

Wakil QMR Polimarim Agus Budihartono MMar Eng menjelaskan, dalam uji petiknya, Mr Ruslan Gromovenko didampingi asistennya Capt Chandra.

Ruslan Gromovenko sangat mengapresiasi keberadaan fasilitas simulator yang telah terpasang dan dioperasikan oleh Polimarim AMI Makassar.

Saat ini Polimarim telah memiliki sejumlah simulator dan laboratorium seperti Ship Bridge Simulator, Room Engine Simulator, Electronic Chart Display and Information System (ECDIS), Radar, Arpa, ERM (Engine Resource Management), dan lainnya. 

Cargo Handling Simulator

Terbaru Polimarim telah memiliki Liquid Cargo Handling Simulator yang hadir di kampus Politeknik Maritim AMI Makassar (Polimarim), Jl Nuri Baru No 1, Makassar.

Laboratorium tersebut melengkapi peralatan atau laboratorium yang telah dimiliki Polimarim AMI Makassar sebelumnya.

Laboratorium ini didatangkan dari PT Transas spesialis Liquid Cargo Handling Simulators.

Liquid Cargo Handling Simulator atau laboratorium untuk simulasi bagaimana penanganan muatan cair (minyak) dimiliki Politeknik Maritim AMI Makassar.
Liquid Cargo Handling Simulator atau laboratorium untuk simulasi bagaimana penanganan muatan cair (minyak) dimiliki Politeknik Maritim AMI Makassar. (handover)

Direktur Polimarim AMI Amrin Rani SE MM mengkonfirmasikan jika laboratorium tersebut sebagia salah satu janji yang ditepatinya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi lulusan.

“Alhamdulillah, akhirnya Polimarim memiliki Liquid Cargo Handling Simulator. Laboratorium ini siap dipakai untuk taruna.

Pengadaan ini bekerja sama dengan PT Multi Integra dari Jakarta,” kata Amrin dalam rilis Humas Polimarim, Jumat (11/5/2018).

Baca: Preview Arema FC Vs PSM, Bekal Bagus dari Piala Indonesia, Pernah Kalahkan Tim Hebat Ini?

Baca: Dosen Polimarim AMI Makassar Dua Hari Ikut Pelatihan Penyusunan RPS

Liquid Cargo Handling Simulator (LCHS) merupakan simulator atau laboratorium untuk simulasi bagaimana penanganan muatan cair (minyak dan sejenisnya) di atas kapal.

Simulator ini dikondisikan mirip dengan kondisi aslinya bahkan sudah menggunakan teknologi tiga dimensi.

Contoh Liquid Cargo Handling Simulator (LCHS) merupakan simulator untuk simulasi bagaimana penanganan muatan cair di atas kapal
Contoh Liquid Cargo Handling Simulator (LCHS) merupakan simulator untuk simulasi bagaimana penanganan muatan cair di atas kapal (internet)

Amrin menjelaskan, jika LCHS ini termasuk yang paling canggih atau paling update di Indonesia.

Pengadaan LCHS ini masih lanjutan dari dua simulator yang telah dimiliki sebelumnya, Bridge Simulator dan Engine Simulator.

Kampus Swasta Pertama

Sesuai dengan Amandemen Manila 2010 yang termaktub dalam Standards of Training, Certifitation and Watchkeeping (STCW) 2010, peralatan Cargo Handling Simulator ini merupakan peralatan yang harus dimiliki.

Baca: Jelang Arema FC Vs PSM, Terancam Tanpa Steven Paulle dan Hasyim Kipuw, Begini Kondisi Keduanya?

Baca: 24 Lampu Tambahan Segera Dipasang di Stadion Mattoanging, Ditarget Selesai Lawan Klub Ini!

“Pihak kampus melengkapi laboratorium Cargo Handling ini karena memang masuk atau mandatory di ketentuan Amandemen Manila STCW 2010.

Dan kami menjadi kampus swasta pertama di Indonesia yang memilikinya,” tegasnya.

Menristek Dikti Prof Muhammad Nasir bersama Direktur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani saat acara jalan santai memperingati Hakteknas 2017 di Monumen Mandala, Makassar, Minggu (6/8/2017).
Menristek Dikti Prof Muhammad Nasir bersama Direktur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani saat acara jalan santai memperingati Hakteknas 2017 di Monumen Mandala, Makassar, Minggu (6/8/2017). (handover)

Piranti dari laboratorium LCHS tersebut, dilengkapi dengan fasilitas 12 layar monitor utama dan didukung masing-masing tiga monitor operasional.

Jadi taruna-taruni Polimarim AMI Makassar bisa melakukan praktik di laboratorium ini.

“Saya harap para taruna Polimarim AMI bisa segera memakai fasilitas laboratorium ini untuk meningkatkan kompetensinya.

Terutama untuk cargo handling dari muatan minyak atau kapal-kapal tanker,” lanjut Amrin.

Baca: Preview Arema FC Vs PSM, ke Malang Tanpa 3 Pilar Lini Belakang, Bek Ini yang Jadi Penggantinya?

Baca: Lihat Video Serunya Acara Makan Pizza di Ultah Klok, Ada Komentarnya dengan Logat Makassar

Saat ini, lanjut Amrin, pihaknya masih menunggu dari pihak Transas untuk melaksanakan pelatihan bagi calon pelatih atau trainer.

Agar transfer keilmuan kepada para taruna bisa secepatnya dilaksanakan.

Sesuai STCW 2010

Mantan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kapusbang SDM) Perhubungan Laut Kementerian Hubungan, Capt Indra Priyatna MM menjelaskan pengadaan LCHS tersebut bagian dari rekomendasi STCW 2010.

Liquid Cargo Handling Simulator atau laboratorium untuk simulasi bagaimana penanganan muatan cair (minyak) dimiliki Politeknik Maritim AMI Makassar.
Liquid Cargo Handling Simulator atau laboratorium untuk simulasi bagaimana penanganan muatan cair (minyak) dimiliki Politeknik Maritim AMI Makassar. (handover)

Sesuai dengan aturan di Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW) for Seafarers, beberapa simulator yang awalnya hanya direkomendasikan atau tidak wajib, kini menjadi mandatoring alias wajib bagi diklat pelayaran.

“Setelah STCW 2010 berlaku, simulator termasuk cargo handling ini harus dimiliki diklat pelayaran seperti Polimarim.

Selain itu, alat ini juga untuk mendukung pelaksanaan ujian taruna-taruni secara komprehensif,” ujarnya.

Baca: Kasihan, Kakek 88 Tahun Ini Terpaksa Menjalani Sidang dengan Kursi Roda, Begini Kasusnya!

Baca: 2 Anak Indonesia Terpilih di Football for Friendship, Ikut Pembukaan Piala Dunia 2018, Siapa ya?

Bahkan, peralatan ini akan melengkapi fasilitas simulator sebelumnya yakni Bridge Simulator dan Engine Simulator.

Polimarim juga sudah melakukan uji kompetensi pelaut (UKP) mandiri dengan fasilitas Computer Based Assessment (CBA) yang baru berjumlah 100 unit.

Keberadaan cargo handling simulator, menurut Indra Priyatna –yang kini bergabung di Polimarim, bakal menjamin taruna dari jurusan nautika bakal memiliki kompetensi yang lebih baik lagi. Tentunya bakal lebih mampu bersaing dengan lulusan diklat lain.

"Sebelum terjun praktik laut, para taruna bakal mendapat kursus di laboratorium ini, sehingga memiliki keterampilan terkait penanganan dan pemahaman terhadap muatan cair di kapal. Jadi taruna punya sertifikat lain dari laboratorium ini," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved