PKM Dosen UTS Latih Warga Olah Sampah Organik dengan Komposter Tenaga Angin

Program ini merupakan wujud kepedulian di lingkungan pesisir Cambayya mengingat permasalahan sampah yang sangat kompleks.

PKM Dosen UTS Latih Warga Olah Sampah Organik dengan Komposter Tenaga Angin
Haeruddin/AE
Dosen Universitas Teknologi Sulawesi jurusan teknik lingkungan, Ramdiana Muis ST, M.Eng (Ketua), dan Nani Anggraini ST, M.Eng (Anggota), melaksanakan program kemitraan masyarakat (PKM), 1 September 2019 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM, - Dosen Universitas Teknologi Sulawesi jurusan teknik lingkungan, Ramdiana Muis ST,  M.Eng (Ketua), dan Nani Anggraini ST, M.Eng (Anggota), melaksanakan program kemitraan masyarakat (PKM).

 Kegiatan PKM yang ditalangi bantuan Kemenristekdikti dengan judul aplikasi Wind Powered Composter itu digelar di kawasan pesisir Kelurahan Cambayya, Kota Makassar

 Kegiatan dilaksanakan pada 1 september 2019. Sebelumnya dilakukan instalasi alat di lingkungan warga. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Cambayya,  Sember Pambahako, SE, M.Si, dan ibu RT, A Asmawati, beserta warga pesisir Kelurahan Cambayya.

 Tahapan kegiatan ini diawali dengan  serah terima komposter secara simbolis dari tim dosen kepada Lurah Cambayya kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pengoperasian alat dan dan  praktek pengolahan sampah organik.

 Target yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan/knowledge masyarakat dlm mengolah sampah dan perbaikan lingkungan pesisir dengan pengurangan jumlah sampah.

 Kegiatan ini merupakan lanjutan dari beberapa rangkaian pelatihan, yaitu pelatihan motivasi bagi warga dalam mengolah sampah pd 24 april dan pelatihan pemilahan sampah organik pada 28 juli.

 Program ini merupakan wujud kepedulian di lingkungan pesisir Cambayya mengingat permasalahan sampah yang sangat kompleks.

 Kondisi jalan yang sempit hingga sulitnya akses dalam pengangkutan sampah sehingga mengakibatkan sampah menumpuk. selain itu adanya sampah kiriman dari lokasi lain menyebabkan lingkungan pesisir menjadi kumuh.

 Dari permasalahan lingkungan yang dialami warga pesisir tersebut, kami berinisiatif untuk melakukan pengurangan sampah dari sumber dengan melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

 Pengolahan sampah organik tersebut menggunakan komposter yang telah dirancang dengan memanfaatkan potensi angin di kawasan pesisir cambayya. Inovasi Komposter ini dilengkapi kincir sebagai pengubah energi dan pencacah sampah yang akan diolah.

 Warga setempat sangat antusias dengan adanya kegiatan ini, mereka berpartisipasi mulai dari memilah sampah dan mengumpulkan sampah yang akan diolah.

 Kompos yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan oleh warga untuk kepentingan penghijauan lingkungan  dan nantinya dpt bernilai jual (meningkatkan ekonomi masyarakat).

 Dalam rilisnya, Minggu (1/9/2019), Lurah Cambayya mengharapkan kegiatan ini menjadi percontoha6n bagi lingkungan pesisir di makassar dan  dpt dilakukan secara konsisten untuk mencapai hasil yang diharapkan.(*)

Penulis: Alfian
Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved