Citizen Reporter

Garda Tipikor Hukum Unhas Sosialisasi Antikorupsi kepada Siswa SMA di Bulukumba

Garda Tipikor melaksanakan sosialisasi antikorupsi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat (23/8/2019).

Garda Tipikor Hukum Unhas Sosialisasi Antikorupsi kepada Siswa SMA di Bulukumba
Garda Tipikor Fakultas Hukum Unhas
Garda Tipikor Fakultas Hukum Unhas melaksanakan sosialisasi antikorupsi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat (23/8/2019). 

BULUKUMBA - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam organisasi Gerakan Radikal Anti TIndak Pidana Korupsi (Garda Tipikor) melaksanakan sosialisasi antikorupsi di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat (23/8/2019).

Kegiatan sosialisasi berlansung pada Kamis-Jumat, (22-23/8/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja tetap Garda Tipikor sekaligus memperkuat upaya preventif pemberantasan tindak pidana korupsi khususnya menghindari perilaku koruptif.

Dari rilis yang diterima Tribun, Rabu (28/7/2019), kegiatan sosialisasi ini menyasar siswa SMA sebagai peserta dengan mendatangi empat sekolah besar di Kab. Bulukumba yang terdiri dari SMAN 1 Bulukumba, SMAN 8 Bulukumba, SMA 2 Bulukumba, dan MAN 1 Bulukumba.

Tercatat kurang lebih 250 siswa dari total 4 sekolah  yang mengikuti sosialisasi.

Dalam kegiatan ini, Garda Tipikor menekankan, tujuh bentuk Tindak Pidana Korupsi yang terdapat dalam Undang-undang Tindak Pidana Korupsi yang harus benar-benar dipahami setiap siswa sehingga nantinya mereka bisa mengenali lebih dini perilaku-perilaku korupsi yang secara tidak sadar telah sering mereka lakukan di lingkungan sekolah dan pergaulannya.

Sosialisasi anti korupsi merupakan salah satu cara untuk mencegah mewabahnya kegiatan korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara, yang menjadi prioritas pencegahan adalah generasi muda. Sebab, generasi muda adalah generasi penerus bangsa yang harus memutus mata rantai sejarah terpuruknya angka korupsi di Negara ini.

Sosialisasi ini merupakan salah satu solusi konkrit untuk mencegah dan mengurangi angka korupsi di Indonesia. Sosialisasi anti korupsi bertujuan memberikan wawasan mengenai bahaya laten korupsi dan bagaimana cara memberantasnya. Kemudian, sosialisasi disampaikan secara aspek yuridis (regulasi yang mengatur) dan seputar penegakan hukumnya dalam aspek khusus untuk kalangan pelajar atau siswa

Kegiatan seperti ini adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dan jarang didapatkan oleh siswa SMA sehingga kegiatan seperti ini harus tetap dilanjutkan.

"Untuk pertama kalinya di Kabupaten Bulukumba, ada kegiatan seperti ini, apalagi terkhusus untuk siswa saja. Paling tidak bisa membantu kami sebagai guru untuk memberikan pemahaman tentang korupsi yang nantinya berguna buat siswa kami kedepan demi mengurangi korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ungkap Pak Jafar salah satu guru di SMAN 1Bulukumba.

Selain kegiatan penyampaian melalui sosialisasi, juga pemberian buku saku anti korupsi dan Jurnal integritas yang berisi pemahaman korupsi  yang dimaafaatkan sebaik mungkin untuk dibaca baik di kalangan guru maupun  di kalangan siswa.

“Penyuluhan tentang anti korupsi sangat penting diadakan dikalangan pelajar khususnya di sekolah menengah atas karena diusia tersebut pelajar cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.Sosialisasi anti korupsi memiliki batasan batasan materi yang sangat terstruktur mulai dari mengenal apa itu korupsi khususnya dilingkungan sekitar mereka, bagaimana mengklasifikasikan korupsi itu sendiri dan bagaimana pencegahan korupsi itu sendiri, dengan mengenal dan mampu membedakan kami berharap mereka akan lebih mudah dalam mencegahnya. Yang paling utama setelah mengadakan kegiatan ini kami sangat berharap mereka lebih peka terhadap sesuatu yang bersifat atau berbau koruptif dilingkungan mereka” ungkap Bagas Selaku Ketua Panitia Sosialisasi Garda Tipikor tahun 2019.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved