Gagal Panen, Puluhan Hektare Padi di Maros Baru Jadi Pakan Ternak
Seperti yang dialami petani di Lingkungan Data, Kelurahan Pallantikang, Maros Baru.
Penulis: Amiruddin | Editor: Sudirman
TRIBUN-MAROS.COM, MAROS BARU - Puluhan hektare padi milik petani di Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, terancam gagal panen.
Seperti yang dialami petani di Lingkungan Data, Kelurahan Pallantikang, Maros Baru.
Di wilayah tersebut, hamparan sawah petani setempat terlihat mengering.
Mau Makin Eksis? Berikut 5 Tips Tambah Folowers di Instagram, Nomor 4 Sangat Mujarap
DPRD Bulukumba Diminta Bantu Warga Desa Sapobonto Perjuangkan Haknya
Tiga Caleg Terpilih PKB Bersaing Rebut Kursi Wakil Ketua DPRD Barru
Warga setempat mengaku, sejak dua bulan terakhir hujan tidak mengguyur.
"Setiap tahun sawah di sini mengalami kekeringan. Tetapi tahun ini paling parah, karena waktunya lebih lama," kata Ketua Kelompok Harapan Tani, Muh Kasim, kepada tribun-maros.com, Selasa (27/8/2019).
Kasim menambahkan, akibat kemarau, puluhan hektare padi petani pun gagal panen.
Petani setempat mengaku terancam merugi, bahkan hingga jutaan rupiah.
Apalagi, setiap musim tanam, petani harus mengeluarkan biaya hand traktor, pupuk, racun, pemeliharaan, dan biaya lainnya.
Tiga Caleg Terpilih PKB Bersaing Rebut Kursi Wakil Ketua DPRD Barru
Ternyata Segini Bayaran Empat Pelaku Pembunuh Ayah dan Anak di Sukabumi
"Sudah pasti rugi pak. Padi juga sebagian besar tak bisa lagi dipanen," tuturnya.
Bahkan kata dia, sejumlah petani memilih menjadikan padinya sebagai pakan ternak.
"Tak bisa lagi dipanen. Lebih baik jadi makanan sapi saja," ujarnya.
Pantauan tribun-maros.com, terdapat puluhan ekor sapi, yang saat ini dibiarkan memakan padi gagal panen tersebut.
Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/padi-milik-warga-di-maros-baru-jadi-pakan-ternak.jpg)