Kemarau di Selayar Diperkirakan Hingga November, PDAM Terancam Krisis Air

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Selayar, Asnawi Dahlan mengatakan, kemarau di Selayar diperkirakan hingga November 2019.

Kemarau di Selayar Diperkirakan Hingga November, PDAM Terancam Krisis Air
Nurwahidah/Tribun Timur
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Selayar, Asnawi Dahlan 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Krisis air bersih mengancam Kabupaten Selayar, Sulsel.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Selayar, Asnawi Dahlan mengatakan, kemarau di Selayar diperkirakan hingga November 2019. 

Dampak kemarau panjang di Selayar, berefek pada menurunnya debit air saat ini.

"Sekarang produksi air di Topa  1.440 m3 /hari, sedangkan saat normal 3.456 m3/hari," ujar Asnawi Dahlan, Sabtu (24/8/2019).

Pelamar Kerja Padati Job Fair di Mamuju, Dibuka Hingga 27 Agustus

Bupati Wajo Dukung Karemuddin Maju di Pilkada Luwu Utara

Ini Doorprize di Fun Bike PMC 2019, Sumbangan Warga Mamajang

Beberapa bulan ini, Kabupaten Selayar sudah beberapa kali terjadi kebakaran. Hal tersebut menandakan jika telah memasuki musim kemarau.

Kendala lainnya yang dihadapi PDAM Selayar ialah, adanya surat edaran Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait pemadaman listrik. 

Hal tersebut juga berdampak pada layanan PDAM Selayar

"Pagi sudah padam lampu di Kecamatan Bontoharu dan Bontosikuyu, biasanya jam 16.00 Wita baru menyala,"ujarnya. 

Sementara waktu mengisap air di Topa hanya sebentar yakni setelah Isya. 

Sehingga dalam sehari seringkali tidak ada air, bahkan terkadang pelanggan buka kerang.

Sehari Pasca Terbakar, Begini Kondisi Pasar Tempe Wajo

Paket Undian Tora Moka Masih Cari 11 Orang Diberangkatkan Umroh, Begini Caranya

Halaman
12
Penulis: Nurwahidah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved