Ketika Rocky Gerung Ogah Ganti Kata Ngibul dengan Gagal Meski Dipaksa Karni Ilyas, Reaksi Maruarar
Saat Rocky Gerung Tak Mau Ganti Kata Ngibul dengan Gagal Meski Dipaksa Karni Ilyas, Reaksi Maruarar
Ketika Rocky Gerung Ogah Ganti Kata Ngibul dengan Gagal Meski Dipaksa Karni Ilyas, Reaksi Maruarar Sirait
TRIBUNTIMUR.COM - Kritikan keras Rocky Gerung terhadap sosok Presiden Jokowi tampak membuat Maruarar Sirait tak tinggal diam.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu lantas menjawab setiap kritikan yang dilayangkan Rocky Gerung kepada Jokowi terkait dengan proyek pemindahan ibu kota ke Kalimantan.
Hal tersebut terlihat dalam tayangan Indonesia Lawyers Club TV One edisi Rabu (21/8/2019).
Dilansir TribunnewsBogor.com, Rocky Gerung tampak gusar saat menanggapi rencana pemindahan ibu kota yang dicanangkan Presiden Jokowi.
Sebab diakui Rocky Gerung, masyarakat sesungguhnya belum benar-benar pahan perihal alasan Jokowi memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.
"Sampai sekarang kita enggak tahu alasan pindah dari dan masuk ke. Pindah dari Jakarta alasannya apa, masuk ke Kalimantan alasannya apa. Bukan enggak ada alasan, justru karena keterangannya bermacam-macam," ungkap Rocky Gerung.
Baca: Sederet Fakta Sosok Jibril Abdul Aziz, Mahasiswa UGM Sebar Video Syur Pacar, Simpan 1 Dos Obat Kuat
Baca: 7 Fakta Sherly Annavita, Tampil Memukau di ILC TVOne hingga Dibandingkan dengan Tsamara Amany
Lebih lanjut, Rocky Gerung pun mengungkap perbedaan alasan yang dipaparkan para ahli soal alasan pemindahan ibu kota.
Banyaknya pendapat yang berbeda soal alasan pemindahan ibu kota pun menurut Rocky Gerung membuat suasana semakin tidak jelas.
"Ketua Bapenas bilang kita musti pindah karena Presiden mengatakan kita musti punya ibukota di tengah persis Indonesia. Jadi alasan geografi. Lalu orang bertanya apa pentingnya posisi geografi ?" tanya Rocky Gerung.
"Saya baca lagi, kenapa musti pindah karena Jakarta dibuat kolonial. Jadi enggak jelas lagi alasannya histori atau geografi ?" sambungnya.
Berkaca pada ketidakjelasan tersebut, Rocky Gerung lantas memaparkan perihal sosok Jokowi jika dibuat dalam sebuah buku biografi.
Dalam ulasannya itu, Rocky Gerung pun turut menyindir rencana Jokowi soal proyek esemka yang nyatanya tidak berjalan.
"Lalu orang mulai cari keterangan dalam prestasi Pak Jokowi. Kenapa pesimis ? Sebab bab 1 dari biografi nanti Pak Jokowi adalah soal esemka yang adalah ngibul. Itu bab 1," ujar Rocky Gerung.
"Sekarang kita tahu Pak Jokowi akan tutup masa pengabdiannya di 2024. Karena itu tadi di berita 2023 harus pindah. Jadi bab 1 ngibul, bab terakhir asbun. Karena orang enggak lihat eksistensi," ucap Rocky Gerung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/maruarar-sirait-debat-dengan-rocky-gerung.jpg)