Komunitas Difabel di Enrekang Ikut Pawai HUT ke 74 RI
ini pertama kalinya berpartisipasi dalam pawai HUT RI ke 74 di Anggeraja, Enrekang.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sejumlah difabel atau orang berkebutuhan khusus di Kabupaten Enrekang Sulsel, ikut memperingati HUT Kemerdekaan ke 74.
Difabel ini pertama kalinya berpartisipasi dalam pawai HUT RI ke 74 di Kecamatan Anggeraja, Enrekang.
Hal tersebut berdasarkan rilis yang diterima tribun timur.com, Sabtu (17/8/2019) petang.
Pawai komunitas difabel diinisiasi Ikatan Difabel Enrekang (IDE Institute) ini, ikut melakukan pawai bersama anak sekolah, guru, pegawai swasta dan aparat sipil.
Polres Sidrap Tangkap Hasriadi dan Kahar, Kantongi Paket Sabu-sabu
Robert Tahu Plus Minus PSM, Darije: Itu Sebuah Keuntungan
VIDEO: Kesan Wabup Yosia Rinto Kadang di HUT ke 74 Kemerdekaan RI
Ketua IDE Institut Enrekang, Lufty Fandy mengatakan pawai HUT RI ke 47 ini, para difabel tidak lagi menjadi penonton parade pawai, tapi menjadi bagian dari perayaan.
Selain itu, pawai ini jadi sarana kampanye tentang keberadaan masyarakat difabel di Enrekang yang juga patut diperhitungkan dan setera dengan warga pada umumnya.
"Harapan kita, kegiatan pawai ini menjadi pemicu perubahan mindset masyarakat di Enrekang yang masih menganggap difabel sebagai masyarakat kelas bawah," katanya.
"Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan menjadikan komunitas difabel bisa setara dengan semua masyarakat," lanjut Lufty.
Sementara itu salah seorang difabel, Rival Jufri warga kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla mengaku, sangat bergembira karena perayaan tahun ini dia mengikuti langsung.
Polres Sidrap Tangkap Hasriadi dan Kahar, Kantongi Paket Sabu-sabu
Robert Tahu Plus Minus PSM, Darije: Itu Sebuah Keuntungan
VIDEO: Kesan Wabup Yosia Rinto Kadang di HUT ke 74 Kemerdekaan RI
"Selama ini hanya menjadi penonton dan bahkan hanya berdiam di rumah karena akses untuk meyaksikan kegiatan seperti ini sangat sulit kita jangkau," ungkap Rival.
Dia berharap, pawai ini jadi memotivasi para difabel lainnya, khususnya keluarga mereka yang masih terjebak dalam rasa malu akan kondisi keterbatasannya.
"Baik pada kondisi diri maupun stigma negatif pada keluarga yang memiliki anak atau sanak keluarga yang dalam kondisi difabel," tambah Rival dalam rilisnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: