Ini Makna HUT Kemerdekaan RI bagi WR II Unismuh A Sukri Syamsuri

Anggota tim seleksi KPU Sulsel Pemilu 2019 ini menambahkan, tidak menjadikan sesama anak negeri sebagai kompetitor atau lawan tetapi justru saling

Ini Makna HUT Kemerdekaan RI bagi WR II Unismuh A Sukri Syamsuri
Haeruddin/AE
Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Syukri Syamsuri, M.Hum 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM, - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang setiap tahun dirayakan pada 17 Agustus selalu memberi arti dan makna bagi setiap warga negara Indonesia yang telah menikmati kemerdekaan dari penjajahan bangsa asing. 

Bagi Wakil Rektor (WR) II Unismuh Makassar, Dr H Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, milad Kemerdekaan RI ke-74 sebagai bentuk refleksi diri bagi anak negeri. 

“Untuk mengenang, menghargai, mengapresiasi para tokoh, pejuang, pahlawan, suhadah. Mereka  telah merintis, mendobrak, dan menegakkan pekikan merdeka negeri tercinta, Indonesia,” ungkap Andi Sukri dalam rilisnya, Sabtu (17/8/2019). 

Ia menyebut “Milad 74 Negeriku” adalah bentuk mengevaluasi apa yang generasi pelanjut telah lakukan dan sumbangkan dalam mengisi kemerdekaan ini. 

“Wujud rupa pendidikan kita  dan sudah seberapa derajat konstribusi kita dalam menuntaskan buta aksara dan meningkatkan literasi anak negeri,” tegas doktor linguistik PPs-Unhas ini. 

Sama halnya dengan tingkat keimanan anak negeri dan akulturasi serta toleransi sebagai anak negeri yang menjunjung persatuan dalam kebhinekaan.Sebagai negeri  multi etnis, agama, kultur, dan nuansa lain. 

Pada  tingkat kesejahteraan dan perekonomian anak negeri, tentu muara dan ending adalah keberlangsungan hidup dan kesejahteraan komunitas kita swbagai anak negeri, ungkap mahasisa teladan RI 1993 ini. 

“Milad ke 74 Negeri tercinta tentu menjadi sebuah daya untuk menjadikan anak negeri kita  mampu berkolabarasi sesama anak negeri dan bangsa lain,” tutur anggota Tim Penyelia PPG Kemenristekdikti RI ini. 

Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Syukri Syamsuri, M.Hum
Andi Syukri Syamsuri (Haeruddin/AE)

Anggota tim seleksi KPU Sulsel Pemilu 2019 ini menambahkan, tidak menjadikan sesama anak negeri  sebagai kompetitor atau lawan tetapi justru saling membantu dan bersinergi. 

Anak negeri memiliki kompetensi, komunikasi, dan berkarakter sehingga iya mampu bersosialisasi dan bisa bertahan hidup di era Industri 4'0. 

Anak negeri dalam masa "disrupsi" selalu berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi serta mampu berselancar dalam dunia Internet. 

Sehingga tetap mampu bereksistensi dalam percaturan berbagai warga penduduk dunia dan tetap berpijak pada nilai religiutas dan kepribadian dalam  Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Sekretaris Pengurus Pusat Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) ini. 

“Inilah sekilas makna dari Milad atau Hari Ulang Tahun  Kemerdekaan Negara Kesatuan  RI ke 74 menuju Indonesia Unggul,” kuncinya.(*)

Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved