15 Kutipan Kata-kata Bung Karno yang Terkenal, Cocok Jadi Status WhatsApp, Facebook dan Instagram

15 Kutipan Kata-kata Bung Karno yang Terkenal, Cocok Jadi Status WhatsApp, Facebook dan Instagram

15 Kutipan Kata-kata Bung Karno yang Terkenal, Cocok Jadi Status WhatsApp, Facebook dan Instagram
Intisari
15 Kutipan Kata-kata Bung Karno yang Terkenal, Cocok Jadi Status di Hari Kemerdekaan 17 Agustus 

TRIBUN-TIMUR.COM - 17 Agustus Tahun 45, Itulah Hari Kemerdekaan Kita.

17 Agustus 2019 merupakan momen bersejarah bagi Republik Indonesia yang tahun ini genap berusia 74 tahun.

Momen peringatan Hari Kemerdekaan RI diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari upacara bendera, ziarah ke taman makam pahlawan, tirakat untuk mengenang kembali jasa para pahlawan atau diisi pula dengan berbagai acara perlombaan.

Selain itu, momen bersejarah ini juga kerap digunakan untuk mengungkapkan semangat nasionalisme.

Ada yang lewat tindakan dan aksi positif, lewat kata-kata yang mengunggah semangat atau lewat tulisan-tulisan inspiratif.

Nah bagi kamu yang bingung mau menuliskan kalimat-kalimat ucapan Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia, berikut ini merupakan kutipan kata-kata mutiara Bung Karno yang bisa dijadikan ucapan HUT ke-74 RI.

Baca: 8 FAKTA BARU Kematian Paskibra Tangsel Pembawa Baki 17 Agustus Aurelia, KPAI Tuntut Investigasi

Baca: Sosok Dibalik Lagu Indonesia Raya Dinyanyikan Saat 17 Agustus, Masa Kecilnya Alami Kekerasan Ayah

Baca: Siswi SMA Calon Pembawa Baki Bendera 17 Agustus Meninggal Dunia Tiba-tiba

1. “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”

2. “Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”

3. “Nasionalis yang sedjati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa tjinta akan manusia dan kemanusiaan”Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1

4. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.”

Halaman
123
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved