Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Dipanggil Ikut Timnas Kualifikasi Piala Dunia, Ini Profil Osas Saha dan Kisah Cintanya
TC ini digelar untuk kualifikasi Piala Dunia melawan Malaysia dan Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada awal September mendatang.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM - Ada satu dari 24 pemain kejutan yang dipanggil Pelatih oleh Tim Nasional (Timnas) Indonesia Senior, Simon Mcmenemy untuk menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) persiapan pertandingan kualifikasi Piala Dunia.
Satu nama tersebut, yakni penyerang naturalisasi asal Nigeria, Osas Saha.
Dikutip Tribunpontianak.co.id dari laman resmi PSSI, Simon memanggil Osas Saha untuk TC mulai 21 Agustus 2019 di Stadion Pakansari, Bogor.
TC ini digelar untuk kualifikasi Piala Dunia melawan Malaysia dan Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada awal September mendatang.
Simon memastikan bahwa pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan merupakan pemain yang mampu menjadi role model serta pemain yang memiliki pengetahuan taktik yang dan formasi yang baik.
"Setelah berdiskusi dengan para asisten di Tim Nasional mengenai siapa pemain yang akan dipanggil, dan juga setelah proses scouting pertandingan Liga 1 mulai dari yang terdekat di Jakarta, Bogor hingga ke Surabaya. Kami memutuskan untuk memanggil 24 pemain," kata Simon.
Kisah Cinta Osas Saha
Sempat miskin gol saat bergabung dengan Tribun Medan, Saha tak memungkiri sindrom itu tetap menjadi beban pikiran. Sebab penyerang memang memanggul tugas mencetak gol.
"Saat-saat saya tertekan secara psikis. Isteri selalu memotivasi saya untuk bangkit bahwa saya bisa. Isteri selalu memahami saya," tuturnya.
Tak dinyana, Sasha, sang isteri berkewarganegaraan Indonesia. Ia menikahi perempuan berdarah Solo, Jawa itu di akhir Desember 2008. Mereka dianugerahi seorang puteri yang baru berusia tujuh bulan di Desember 2011 ini. Zyckosky Ikpefua Marvellous adalah nama sang puteri.
Ibarat kisah-kisah cinta di perfilman, kisah pertemuan keduanya terbilang serupa. Saha menuturkan saat itu masih berkostum klub Traktor Kuning, PSDS Deli Serdang.
Tim hendak pulang ke Sumatera setelah bertanding kontra Persita saat itu. Saha ketinggalan pesawat karena terpisah dari tim dan harus terburu-buru supaya tidak terlambat.
"Saya menabrak seorang perempuan yang tidak saya kenal dan barang bawaanya terjatuh. Saya langsung meminta maaf sekedarnya, ada "card name" yang saya lihat jatuh lalu saya ambil. Dia marah-marah, tapi tak saya pedulikan," ujarnya kepada tribun.
Sesampai di mess, Saha teringat untuk menghubungi perempuan tersebut untuk meminta maaf kembali. Namun, justru kemarahan yang diperolehnya.
"Bagi bangsa saya, di Nigeria permintaan Maaf itu sangat penting. Kami harus memerolehnya. Saya tak sangka enam bulan kemudian kami berjanji ketemu di Jakarta. Itulah awal mulanya,"sebutnya.