Siswa SMAN 20 Makassar Tampilkan Drama Musikal Sekolah Ramah Anak

Festival ini juga dihadiri Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan Pemkot Makassar Pantja Nur Wahidin

Siswa SMAN 20 Makassar Tampilkan Drama Musikal Sekolah Ramah Anak
Tribun/Nur Fajirani
Siswa SMA Negeri 20 Makassar tampilkan drama musikal bertajuk Sekolah Ramah Anak di lapangan SMAN 20, Jl. Bonto Biraeng, Barombong, Makassar, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Siswa SMA Negeri 20 Makassar tampilkan drama musikal bertajuk Sekolah Ramah Anak di lapangan SMAN 20, Jl. Bonto Biraeng, Barombong, Makassar, Kamis (15/8/2019).

Drama ini ditampilkan dalam Festival Budaya 20 Merah Putih yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-74 .

Drama musikal bertajuk Sekolah Ramah Anak ini menunjukkan perbandingan pendidikan jaman dahulu yang masih sering ditemukan kekerasan fisik terhadap siswa dan pendidikan jaman now yang serba teknologi serta tidak lagi ada kekerasan fisik.

Kepala Sekolah Mirdan Middin mengatakan drama ini sengaja ditampilkan untuk menunjukkan bahwa SMAN 20 Makassar adalah sekolah yang ramah kepada siswa tanpa ada kekerasan fisik.

“Seperti temanya Sekolah Ramah Anak, jadi kami para guru ingin menunjukkan bahwa SMA 20 Makassar sangat anti terhadap kekerasan anak. Kami menegur tidak menggunakan kekerasan fisik tapi dengan menasehati anak di dalam ruang konsultasi yang telah disiapkan,” katanya dilokasi.

Mirdan Middin juga menambahkan SMAN 20 Makassar tidak lagi memberikan Pekerjaan Rumah (PR), skorsing, drop out, tokka-tokka (batas panjang rambut pada siswa laki-laki) kepada siswa.

“Kami betul-betul menerapkan Sekolah Ramah Anak. Didikan kami maksimalkan delapan jam sekolah jadi mereka tidak lagi di bebani dirumah dengan PR misalnya,” jelasnya.

Ia berharap lewat kegiatan ini para siswa dapat menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya asli Indonesia.

"Tujuannya selain memperingati HUT RI juga mewadahi sumber daya manusia SMAN 20 untuk menambah pengalaman, pelajaran, dan mengembangkan bakat dibidang kesenian dan kebudayaan," katanya.

Festival ini juga dihadiri Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan Pemkot Makassar Pantja Nur Wahidin dan Sekertaris Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Siti Sumarni.

Selain drama, Festival Budaya 20 Merah Putih juga meriahkan dengan penampilan tari tradisional oleh para siswi.

Serta hadir puluhan tenant yang terdiri dari produk hasil olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) wilayah Barombong, pasar tani binaan Dinas Perikanan dan Pertanian kota Makassar,dan berbagai jajanan tradisional.

Rencananya Festival Budaya 20 Merah Putih masih akan digelar keesokan harinya, hingga puncak upacara 17 Agustus 2019.

“Nanti kami akan gelar upacara di bibir pantai barombong sekaligus bakti sosial dengan memungut sampah disekitar pantai,” pungkasnya.

Sumber foto: Nur Fajriani R
Keterangan: Saat Siswa SMA Negeri 20 Makassar tampilkan drama musikal bertajuk Sekolah Ramah Anak di lapangan SMAN 20, Jl. Bonto Biraeng, Barombong, Makassar, Kamis (15/8/2019).

Penulis: Nur Fajriani R
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved