Komnas Perempuan Minta Perusahaan Transportasi Tanggung Jawab Soal Penumpang Loncat dari Ojol

Ini menyusul kejadian meloncatnya penumpang dari kendaraan ojol Grab di Surabaya baru-baru ini.

Komnas Perempuan Minta Perusahaan Transportasi Tanggung Jawab Soal Penumpang Loncat dari Ojol
Kompas.Com
Driver Ojol yang lakukan pelecehan kepada penumpangnya diamankan polisi di Surabaya 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Perempuan menyebutkan perusahaan aplikator ojek online harus bertanggung jawab terjadinya kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh driver mitra kerja.

Ini menyusul kejadian meloncatnya penumpang dari kendaraan ojol Grab di Surabaya baru-baru ini.

Update Kematian Paskibra Aurellia Qurratu Aini, Tiada Bukti Meninggal Karena Kekerasan, Akhir Kasus

Ingin ke Luwu Utara, Intip Prakiraan Cuaca Disini

Mau Ketemu Wagub Sulbar Hari Ini, Berikut Agendanya

VIDEO: PSM Putar Ulang Laga Barito Putera VS PSS Sleman, Darije: Mereka Cukup Kuat

VIDEO:Market Share Hino Dutro 33 Persen di Sulsel

Komisioner Komnas Perlindungan Perempuan Imam Nahe’i mengayakan jadi kalau ada bentuk kekerasan terjadi di ojek online, itu bagian dari kasus yang bisa terjadi di mana saja.

"Tetapi catatannya koorporasi ojek online juga harus bertanggung jawab terhadap semuanya itu, sebagai bagian dari sistem perlindungan,” kata Imam dalam siaran persnya, Selasa (13/8/ 2019)

Adapun dugaan pelecehan seksual tersebut diketahui bermula ketika seorang perempuan muda bernama Belafitria memesan layanan ojek online Grab dari Desa Bungurasih, Waru-Sidoarjo, ke arah Dukuh Kupang, Surabaya, (Senin 12/8/2019).

Dalam perjalanan menuju tujuannya, korban dibawa mitra pengemudi Grab yang berinisial FF itu menuju Sumur Welut.

Dalam perjalanan FF yang mengendarai Mio warna merah bercampur putih itu mulai melancarkan aksinya dengan menggerayangi tubuh korban.

Driver Ojol yang lakukan pelecehan kepada penumpangnya diamankan polisi di Surabaya
Driver Ojol yang lakukan pelecehan kepada penumpangnya diamankan polisi di Surabaya (Kompas.Com)

Karena merasa takut, korban tanpa menghiraukan keselamatannya, nekat melompat dari motor.

Kronologi kasus pelecehan tersebut telah dibagikan via akun Facebook Jemi Ndoen dan menjadi viral ini membagikan foto korban yang tengah duduk di sebuah rumah warga Rusun Sumur Welut yang membantu menyelamatkannya.

Dalam menyelesaikan kasus tersebut, Co-Director Hollaback! Jakarta, Anindya Restuviani menilai pihak aplikator jasa transportasi online harus bekerja sama dengan penegak hukum.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved