Warga Desa Lauwa Pitumpanua Wajo Butuh Tempat Sampah

Hal tersebut bisa terlihat di sejumlah titik, seperti di Jl Poros Makassar-Palopo, tepatnya di Desa Lauwa, Kecamatan Pitumpanua.

Warga Desa Lauwa Pitumpanua Wajo Butuh Tempat Sampah
Hardiansyah Abdi Gunawan/Tribun Timur
Sampah berserakan di pinggir jalan raya di Kabupaten Wajo, Senin (12/8/2019) kemarin 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Masyarakat Kabupaten Wajo masih gemar buang sampah di pinggir jalan raya.

Hal tersebut bisa terlihat di sejumlah titik, seperti di Jl Poros Makassar-Palopo, tepatnya di Desa Lauwa, Kecamatan Pitumpanua.

Komunitas Rumah Baca SAKU Selayar Menolak Aksi Sweeping Buku BMI

Kementan Pacu Sinergitas Sistem Perbenihan Tanaman Pangan

FOTO-FOTO Rumah Baru Muzdalifah dan Fadel Islami Beda Banget dari Rumah Rp 32 Miliar, Lihat Kamarnya

VIDEO: Begini Respon Darije Kalezic Saat Ditanya Terkait Bursa Transfer Pemain Tengah Musim

Fakta-fakta Akar Bajakah Obat Kanker Sudah Teruji Medis, Tempatnya Sangat Rahasia di Kalimantan

Juga di Jl Poros Atapange-Siwa di Desa Bontopenno, Kecamatan Majauleng, dan di Jl Andi Unru, Desa Ujung Baru, Kecamatan Tanasitolo.

Sampah berserakan di pinggir jalan, bahkan pula di tengah jalan. Papan peringatan agar tal membuang sampah pun tak diacuhkan.

Padahal, membuang sampah di pinggir jalan telah di larang dan diatur dalam Perda nomor 16 tahun 2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Menurut salah satu pemerhati lingkungan hidup Kabupaten Wajo, Rudi Amin wajar saja volume sampah meningkat, terlebih momen Iduladha. Namun, hal tersebut bukan alasan untuk membenarkan perilaku buang sampah sembarangan.

Sampah berserakan di pinggir jalan raya di Kabupaten Wajo, Senin (12/8/2019) kemarin
Sampah berserakan di pinggir jalan raya di Kabupaten Wajo, Senin (12/8/2019) kemarin (Hardiansyah Abdi Gunawan/Tribun Timur)

"Volume sampah meningkat, apalgi kalau libur lagi pengelolah, pasti masyarakat ambil jalan pintas. Buang di pinggir jalan, selsai busuk di rumhnya tapi memindahkan busuk di tempat lain," katanya kepada Tribun Timur, Senin (12/8/2019) kemarin.

Masyarat tak sepenuhnya perlu disalahkan, sambung almuni STIMIK Dipanegara tersebut, mengingat dibutuhkan komitmen bersama untuk mengatasi soal sampah.

"Yang dibutuhkan komitmen dari pemerintah melalui edukasi ke masyarakat, kalau hal semacam ini tidak bisa dilakukan secara berkelanjutan kecil kemungkinan permasalahan sampah bakalan selesai," katanya. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Komunitas Rumah Baca SAKU Selayar Menolak Aksi Sweeping Buku BMI

Kementan Pacu Sinergitas Sistem Perbenihan Tanaman Pangan

FOTO-FOTO Rumah Baru Muzdalifah dan Fadel Islami Beda Banget dari Rumah Rp 32 Miliar, Lihat Kamarnya

VIDEO: Begini Respon Darije Kalezic Saat Ditanya Terkait Bursa Transfer Pemain Tengah Musim

Fakta-fakta Akar Bajakah Obat Kanker Sudah Teruji Medis, Tempatnya Sangat Rahasia di Kalimantan

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved