Murid SD Baddo-baddo Maros Korban Tertimpa Tower Roboh Dirujuk ke Wahidin, 2 Kritis

Hal itu terkonfirmasi ke petugas receptionis IGD RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Sandi, saat awak Tribun hendak meliput kondisi korban.

Murid SD Baddo-baddo Maros Korban Tertimpa Tower Roboh Dirujuk ke Wahidin, 2 Kritis
muslimin emba/tribun-timur.com
Sul Fadli (33), Mega Susilawati (25) orang tua Abrisam Bangga Arbani (9) murid kelas tiga SD Baddo-baddo Maros yang jadi korban tower rubuh, ditemui di RS Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Selasa (13/8/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiga dari lima murid SD 240 Baddo-baddo, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, yang menjadi korban tertimpa tower roboh dilarikan ke RS Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Selasa (13/8/2019) sore.

Hal itu terkonfirmasi ke petugas receptionis IGD RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Sandi, saat awak Tribun hendak meliput kondisi korban.

Baca: 5 Murid SD Tertimpa Tower Provider saat Latihan Paduan Suara 17 Agustus, Ini Aturan Dirikan Tower

Baca: BREAKING NEWS : Tower Provider Rubuh, Lima Murid SDN 240 Baddo-Baddo Maros Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: VIDEO: Kondisi Terkini Tower Rubuh di SDN 240 Baddo-Baddo Maros

"Sekarang sudah ada tiga yang dirujuk kesini (IGD RS Wahidin)," kata Sandi.

Namun, saat awak Tribun hendak melihat lansung kondisi para korban, Sandi melarang.

Meski awak tribun sudah sepakat untuk tidak melakukan pengambilan gambar di dalam IGD, Sandi kukuh melarang.

"Sudah saya tanya pihak keluarganya dia tidak mau diwawancarai, katanya ke pihak sekolahnya saja. Kalau mauki tunggimiki saja di luar," ujar Sandi.

Data yang diperoleh, ada lima murid yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

Terpisah Mega Susilawati (25), salah seorang orangtua murid yang ditemui usai dari dalam IGD mengungkapkan ada 4 orang yang barada dalam ruang IGD.

"Setahu saya ada empat dibawa kesini (RS Wahidin) dirujuk dari RS Dody Sarjoto. Dua saya dengar sementara kritis di dalam, kalau anak saya Alhamdulillah hanya luka lecet," kata Mega sapaannya.

Anak Mega yang menjadi korban bernama Abrisam Bangga Arbani (9). Murid kelas tiga SD itu menjadi korban saat menyaksikan latihan paduan suara murid kelas 6.

"Anak saya kena reruntuhan atap mungkin, karena pelipisnya lecet dan memar, pundaknya juga lebam. Waktu kejadian katanya dia sementara nonton kakak kelasnya yang latihan paduan suara," ujar Mega.

Mega dan suaminy Sul Fadli (33) pun berharap agar pihak provider dapat bertanggungjawab atas peristiwa itu.

"Harapannya kita pihak XL karena kabarnya itu tower mereka, ya dapat bertanggungjawab. Karena sampai sekarang belum ada yang datang dari pihak XL nya," harap Mega.

Awak tribun masih mencoba mengonfirmasi ke pihak dokter RS Wahidin dan pihak sekolah terkait kondisi para korban.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved