Bantah Ada Kesalahan Belanja, Bupati Pangkep: Imbauan BPK yang Berubah

Syamsuddin menuturkan tidak mungkin daerah Pangkep mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Bantah Ada Kesalahan Belanja, Bupati Pangkep: Imbauan BPK yang Berubah
munjiyah/tribunpangkep.com
Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid membantah jika ada kesalahan belanja dalam penyusunan belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Tidak ada kesalahan belanja," kata Syamsuddin di Pangkajene, Selasa (13/8/2019).

Syamsuddin menuturkan tidak mungkin daerah Pangkep mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) jika ada permasalahan dalam pengelolaan keuangan.

"Tidak mungkin kita mendapatkan WTP," ujarnya.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pangkep, Jumliati menjelaskan ada perubahan penilaian terkait hal ini.

Dia mencontohkan, semisal ada kegiatan pembangunan yang dikerja  secara beruntun di dalam audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) itu disatukan.

"Misalnya ada kegiatan bangunan A anggaran Rp 5 miliar, terus ada biaya pemeliharaan Rp 500 juta. Hal semacam itu, dan selama ini kita masukkan ke belanja barang dan jasa," ungkapnya.

Jumliati melanjutkan, tetapi LKPD tahun 2018, BPK menginginkan yang seperti itu, masuk pada belanja modal.

"Kami kan menanggapi hak tersebut, jadi kalau seperti itu seolah-olah ada dua bangunan. Padahal, itu pembangunan berkelanjutan," pungkas Jumliati.

Dia menambahkan, memang BPK menuturkan ada kesalahan pembelanjaan, karena BPK inginkan hal semacam itu masuk ke belanja modal.

"Cuma imbauannya seperti itu, makanya kami ikuti saja," jelasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Pangkep, Andi Amir Amin menyebutkan, hasil pemeriksaan BPK terdapat kesalahan belanja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pangkep.

Amir menyebut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, menemukan Rp 24 miliar anggaran yang tidak tepat peruntukannya.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved