Alasan Kompas TV Hadirkan IAS Sebagai Tamu Spesial

Menurutnya Manajemen Kompas TV melihat saat jalan sehat, masyarakat selalu banyak meminta foto dan salaman.

Alasan Kompas TV Hadirkan IAS Sebagai Tamu Spesial
abdiwan/tribuntimur.com
Ilham Arif Sirajuddin saat menjadi narasumber di Kompas TV 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kepala Biro Kompas TV, Safri Sitepu menjelaskan alasan sehingga Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri), Ilham Arief Sirajuddin menjadi narasumber dari program Sapa Sulsel.

Menurutnya, Aco, sapaan akrab Ilham arief Sirajuddin adalah tokoh politik Makassar fenomenal.

“Pernah menjabat 10 tahun dan masuk lembaga permasyarakatan, tapi selama ini Pak Aco masih digandungi oleh masyarakat,” katanya di Papa Ong, Jl Rusa, Makassar, Sulsel, Selasa (13/8/2019).

TRIBUNWIKI: Nama dan Fotonya Dicatut untuk Penipuan, Siapa Asty Ananta? Ini Profilnya

Khusus Agustus, Pegadaian Target Salurkan Uang Pinjaman Sebesar Rp 1,5 Triliun

Meriahkan HUT ke-74 RI, Pegadaian Hadirkan Promo Potongan hingga Gratis Pulsa

Menurutnya Manajemen Kompas TV melihat saat jalan sehat, masyarakat selalu banyak meminta foto dan salaman.

“Ada rasa rindu sama Pak IAs, dan beliau tokoh masyarakat Makassar. Kompas TV melihat tak ada kepentingan apa-apa dalam dialog ini, kami hanya melihat fenomena itu menjelang Pilwali Makassar 2020,” katanya.

Menurutnya, IAS jadi magnet Pilwali Makassar 2020 karena para calon wali kota Makassar menemui dia untuk meminta pendapat dan pandangan.

“Kami sebagai media, melihat ini menarik, Pak Aco adalah influence. Ketika dia memberikan dukungan maka punya potensi menang tapi ini kan politik dinamis,” katanya.

TRIBUNWIKI: Nama dan Fotonya Dicatut untuk Penipuan, Siapa Asty Ananta? Ini Profilnya

Khusus Agustus, Pegadaian Target Salurkan Uang Pinjaman Sebesar Rp 1,5 Triliun

Meriahkan HUT ke-74 RI, Pegadaian Hadirkan Promo Potongan hingga Gratis Pulsa

Kompas TV melihat IAS masih banyak pendukungnya padahal sudah masuk Lapas.

“Seolah-olah kasus di belakang Pak Aco tak ada. Pak Aco bilang, kesalahan dia adalah kebijakan. Kita lihat, seorang tokoh dirinduka, kepentingan Kompas tak ada dukung mendukung yah, itu yang perlu kami tegaskan dulu,” katanya.

Karena IAS bukan calon wali kota Makassar tapi bisa jadi pendukung. “Karena dia punya basic pendukung militan dan setia,” katanya. (*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved