Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tingkatkan Produktivitas Warga, GrabBike Kampanye 'Anti Ngaret' di Indonesia

Sayangnya, ngaret kerap dikaitkan sebagai budaya yang begitu melekat dengan orang Indonesia.

Tayang:
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Ansar
Corcom Grab
Layanan transportasi roda dua milik Grab, GrabBike menghadirkan kampanye #AntiNgaret di 8 kota besar di Indonesia, yakni Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, Palembang dan Jabodetabek. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ngaret sudah familiar didengar, lewat telinga masyarakat Indonesia.

Sayangnya, ngaret kerap dikaitkan sebagai budaya yang begitu melekat dengan orang Indonesia.

Budaya tersebut menciptakan kebiasaan, di mana banyak orang merasa terlalu nyaman dalam mengulur waktu.

Hal tersebut  menyebabkan berkurangnya produktivitas.

Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia dan menjadi pendukung bagi para pejuang #AntiNgaret.

TRIBUNWIKI: Ini Sinopsis Wu Assassins yang Jadi Trending, Dibintangi Iko Uwais

Pelantikan DPRD Bone, Hanya 1 Legislator Incumbent Hadir

Lini Belakang PSM Menumpuk Efek Perubahan Skuad, Siapa Bakal Tersingkir di Bursa Transfer ?

Layanan transportasi roda dua milik Grab, GrabBike menghadirkan kampanye #AntiNgaret di 8 kota besar di Indonesia.

Kota itu yakni Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, Palembang dan Jabodetabek.

Sosiolog Bayu A. Yulianto yang juga Peneliti Independen menjelaskan, ngaret telah menjadi kebiasaan orang Indonesia yang sudah menjadi tradisi di mana sulit untuk ditinggalkan.

"Asumsi bahwa orang Indonesia tak bisa lepas dari ngaret, kini sudah menjadi stereotype," katanya dalam siaran pers Grab, Senin (12/8/2019).

"Karena mereka sulit menjaga waktu, khususnya ketika membuat janji dalam sebuah pertemuan," lanjutnya.

Dampaknya, produktivitas bisa terganggu.

TRIBUNWIKI: Ini Sinopsis Wu Assassins yang Jadi Trending, Dibintangi Iko Uwais

Pelantikan DPRD Bone, Hanya 1 Legislator Incumbent Hadir

Lini Belakang PSM Menumpuk Efek Perubahan Skuad, Siapa Bakal Tersingkir di Bursa Transfer ?

Untuk bisa meminimalisir kebiasaan yang sudah menjamur sebagai fenomena sosial ini.

Masyarakat sebetulnya bisa memanfaatkan transportasi online, sebagai armada pendukung mereka dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat.

General Manager Marketing Grab Indonesia, Daniel Van Leeuwen,  mengatakan, meski ngaret telah menjadi kebiasaan, namun ebagian besar orang justru tak ingin terjebak dalam kebiasaan mengulur waktu.

Mereka yang oleh Grab disebut sebagai pejuang #AntiNgaret ini selalu berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai tujuan dengan on time.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved