GoPay Dipakai Bayar Pajak Kendaraan Bermotor, Pengamat: Daerah Lain Bisa Adopsi

Hadirnya sistem pembayaran pajak melalui GoPay seperti ini dapat membantu orang-orang yang memiliki kesibukan

GoPay Dipakai Bayar Pajak Kendaraan Bermotor, Pengamat: Daerah Lain Bisa Adopsi
Rilis GoPay
Head of Sales GoPay, Arno Tse (kanan) dan pejabat pengganti sementera (Pgs) Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha saat penandatanganan kerjasama pembayaran pajak kendaraan bermotor via online.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala tim peneliti Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) Rumayya Batubara menyebutkan, perbankan lain di daerah mesti mengadopsi kerja sama yang dilakukan GoPay bersama Bank Jawa Timur (Jatim).

Kerja sama keduanga terkait pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sebab, kerja sama tersebut dinilai dapat berimbas meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya rasa bank lain juga perlu mengambil langkah seperti ini. Masalah di Indonesia ialah masalah pendanaan APBD di daerah," katanya dalam siaran persnya, Jumat (9/8/2019).

Baca: Belanja Pakai Gopay di This Is April Dapat Cashback 20%

Dengan PAD yang lebih besar, berarti daerah lebih banyak melakukan aktivitas atau program untuk kesejahteeraan masyarakat. Jadi ini adalah hal yang perlu diapresiasi.

Selama ini, kata Rumayya, ada dua alasan kenapa masyarakat enggan membayar pajak.

Pertama, masyarakat yang memang sengaja tidak membayar. Kedua adalah masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu untuk datang ke tempat pembayaran pajak.

Menurut Rumayya, hadirnya sistem pembayaran pajak melalui GoPay seperti ini dapat membantu orang-orang yang memiliki kesibukan pekerjaan untuk bisa memenuhi tanggungjawab membayar pajak.

“Kalau ada sistem pembayaran online seperti ini, ini bagus sekali. Jadi kalau kita mau bilang kenapa tingkat pembayaran itu nggak 100 persen karena dua hal," katanya.

Pertama memang ada yang nakal sengaja tidak membayar pajak. Kedua, ada yang mau bayar tapi tidak memiliki waktu untuk pergi membayar pajak.

Menurut mereka waktu yang mereka miliki berharga sekali. Pekerjaan mereka membuat mereka sulit untuk bisa membayar pajak secara fisik,”jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved