Kisah Harkito Syam Asal Pinrang, Jadi Tim PDKB-TT, Taruhkan Nyawa Amankan Listrik
Saat bekerja, kondisi jaringan dalam keadaan bertegangan atau masih menyala.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mungkin tak banyak yang tahu tentang Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan Tinggi (PDKB-TT).
PDKB-TT merupakan sebuah tim khusus yang dibentuk untuk menangani pekerjaan perbaikan dan peremajaan jaringan.
Pekerjaan ini memiliki risiko yang tinggi. Bisa dibilang nyawa taruhannya. Karena saat bekerja, kondisi jaringan dalam keadaan bertegangan atau masih menyala.
Lantas bagaimana sebenarnya tim ini menjalankan kerjanya? Harkito Syam, pria asal Pinrang, membagikan kisahnya selama tujuh tahun bergabung dalam tim PDKB.
Baca: PLN UIP Sulawesi Mau Bangun SUTT 150 KV dari Mamuju ke Topoyo
Baca: Padahal Hadir di ILC TV One Kenapa Bos PLN Tak Muncul di Mata Najwa,Pejabat PLN Sudah Konfirmasi
Awalnya tak pernah terbesit dalam benak Harkito untuk melakoni pekerjaan ini.
Ia bahkan memganalogikan pekerjaannya seperti Spiderman, tokoh superhero yang diidam-idamkan bocah sewaktu kecil.
“Ya, sebelumnya saya benar-benar bocah polos dari Pinrang yang memiliki mimpi besar untuk bekerja di sebuah perusahaan besar," ungkapnya, Kamis (8/8/2019).
Mimpi itu jadi kenyataan. Harkito dapat menjadi bagian dari keluarga besar PLN Unit Pelaksana Transmisi Makassar. Tepatnya, jadi teknisi PDKB Tegangan Tinggi tujuh tahun yang lalu.
"Pekerjaan ini sungguh nyawa taruhannya. Orangtua mana yang tidak cemas ketika anaknya memilih untuk berjibaku dengan listrik tegangan tinggi setiap harinya," tuturnya.
Keseharian tim PDKB adalah memanjat dari satu tiang transmisi ke tiang transmisi lain yang tingginya kurang lebih 50 meter. Totalnya ada 4000-an tiang.
Selain memanjat, ia juga berjibaku, merayap, dan berjalan di antara kabel-kabel bertegangan tinggi.
Baca: Curiga Rizal Ramli Soal Listrik Padam hingga Bongkar PLN Pernah Nyaris Bangkrut di ILC
Baca: Perusda Sulsel Tawarkan Kerjasama LNG ke PLN Persero, Berikut Alasannya
Ya, kabel itu tentu saja bertegangan, bukan kabel mati. Tegangan dalam kabel itu 150.000 Volt atau 390 kali dari tegangan yang ada di rumah kita.
"Kegagalan nol koma sekian persen saja dapat mengakibatkan kecelakaan fatal," ujarnya.
Pendidikan Khusus
Untuk dapat terjun ke dalam tim PDKB-TT, personel diberi pendidikan khusus dan sertifikasi untuk dapat mahir memanjat, bergelantungan, merayap, dan berjibaku dengan tegangan tinggi.
Bahaya yang ada disekitar tak pernah menyurutkan tekad Harkito untuk terus 'melistriki' negeri.
"Tanggung jawab ini memang besar karena nyawa taruhannya. Tapi dari hati kami bangga bisa menjadi bagian dari perusahaan ini. Inilah wujud bakti kepada Negeri. Membuat Indonesia terang," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tim-pdkb.jpg)