Kementan Komitmen Selamatkan Produksi Padi Saat Kemarau

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyatakan awal Agustus kemarin telah dilakukan koordinasi mengumpulkan pemangku kepentingan di 8 provinsi ya

Kementan Komitmen Selamatkan Produksi Padi Saat Kemarau
Humas Kementan RI
Kementerian Pertanian (Kementan) komitmen mengamankam produksi pada saat kemarau dengan membuka saluran irigasi 

TRIBUN TIMUR.COM-JAKARTA Kementerian Pertanian (Kementan) komitmen mengamankam produksi pada saat kemarau. Hal ini bisa dilihat dari upaya mitigasi kekeringan sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyatakan awal Agustus kemarin telah dilakukan koordinasi mengumpulkan pemangku kepentingan di 8 provinsi yang terdampak kekeringan. Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, Dandim dan Perum Jasa Tirta berkumpul bersama merumuskan upaya mitigasi dan adaptasi dampak kemarau.

Mesrahnya NA Bareng JK, Naik Pesawat Bareng ke Jakarta

Cuma Bikin Got Bandara Andi Djemma Luwu Utara, Kemenhub Habiskan Rp 3,4 Miliar

Batalkan Unjukrasa, Komunitas Mitra Roda Empat Capai Kesepakatan dengan Gojek

7 Orang Ini Perebutkan Kursi Ketua DPRD Luwu Timur

Ibu Tiri Kejam! Pukuli Anak Berusia 7 Tahun Pakai Batang Besi Selama Satu Jam hingga Tewas

"Pada prinsipnya ada beberapa langkah yang harus kita lakukan pada musim kemarau ini. Untuk yang sudah terkena puso kita inventarisir apakah sudah ikut serta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP, red) belum. Kalau sudah, maka segera klaim. Untuk yang belum ikut AUTP, Kementan menyediakan benih, maka segera usulkan bantuan benih ke Dinas setempat," demikian dikatakan Suwandi di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Dalam hal pengelolaan irigasi, Suwandi menyebutkan Kementan melakukan pendekatan dengan Perum Jasa Tirta I dan II. Hasilnya, telah sepakat mengatur pembagian penyediaan air ke wilayah-wilayah yang rawan terdampak kekeringan.

"Langkah selanjutnya kami juga membuat posko kekeringan di setiap Kabupaten sebagai pusat informasi dan koordinasi langkah pengamanan pertanaman di wilayah masing-masing. Di dalamnya ada beberapa pihak baik dari penyuluh, Dinas Pertanian, Dinas Pengairan maupun TNI," terang dia.

*Pengamanan Standing Crop*

Bagaimana dengan tanaman padi yang masih aman? Suwandi menyebutkan tentunya Kementan juga mengamankan standing crop dengan mengawal pertanamannya. Bahkan Kementan juga manfaatkan juga pertanaman padi gogo sawah.

Ada 8 Kabupaten di Pantura yang dipantau harian oleh Kementan sampai saat ini, yaitu di Bekasi, Karawang, Purwakarta, Indramayu, Subang, Cirebon, Kuningan dan Majalengka yang sedang melakukan pertanaman padi gogo sawah seluas sekitar 58.800 ha.

"Kami siapkan bantuan olah tanah dan benih asalkan petani mau menanam padi gogo sawah ini," ujarnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) komitmen mengamankam produksi pada saat kemarau dengan membuka saluran irigasi
Kementerian Pertanian (Kementan) komitmen mengamankam produksi pada saat kemarau dengan membuka saluran irigasi (Humas Kementan RI)

Caranya, sambung Suwandi, setelah panen coba lihat apakah kondisi tanah masih macak-macak, bila jerami mudah dicabut artinya tanah masih basah, maka segera olah tanah dan tabur benih langsung. Untuk mengatasi kekurangan air, bisa dilakukan pompanisasi dan pipanisasi, penbuatan embung dan long storage, normalisasi saluran dan memanfaatkan irigasi dengan pengairan bergilir

Halaman
12
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved