Legislator Gowa Minta Pemkab Gowa Beri Penjelasan Soal Aksi Penebangan Pohon

Penebangan pepohonan tersebut ditemukan di sekitar Jl Tumanurung, serta Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu.

Legislator Gowa Minta Pemkab Gowa Beri Penjelasan Soal Aksi Penebangan Pohon
Ari Maryadi/Tribungowa.com
Pantauan penebangan pepohonan di Jl Tumanurung Sungguminasa Gowa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Legislator DPRD Gowa Muh Natsir Dg Sega mempertanyakan adanya penebangan pepohonan di wilayah Sungguminasa.

Penebangan pepohonan tersebut ditemukan di sekitar Jl Tumanurung, serta Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Somba Opu.

TRIBUNWIKI: Didaulat Nyanyikan Soundtrack PON 2020, Simak Perjalanan Karier Nowela

Ketua DPRD Pangkep Hadiri Acara Penyerahan Insentif di Desa Bara Batu

GMTD Fokus Bangun Rumah Untuk Milenial, Harga Mulai Rp 340 Juta

KKN-E XII UNIFA Makassar Musyawarah Membangun Desa Cerdas di Panaikang

Foto Terakhir Soekarno Sebelum Wafat, Diambil Secara Diam-diam Lalu Disebarkan hingga Buat TNI Geram

Natsir menyayangkan kebijakan Pemkab Gowa yang menebang pepohonan demi pedestarian. Padahal, katanya, usianya pohon sudah belasan tahun.

Ia juga mengaku menerima aspirasi masyarakat soal penebangan pohon tersebut.

Natsir pun menilai, Pemerintah Kabupaten Gowa semestinya menyusun perencanaan yang matang dalam pembangunan.

Salah satunya, dengan memperhatikan manfaat pembangunan untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang.

"Saya sudah sampaikan di awal, bahwa perencanaan harus matang. Apalagi Dinas Lingkungan Hidup yang berperan memelihara pohon, inilah yang krusial menurut saya," katanya kepada Tribun, Rabu (7/8/2019).

Pantauan penebangan pepohonan di Jl Tumanurung Sungguminasa Gowa.
Pantauan penebangan pepohonan di Jl Tumanurung Sungguminasa Gowa. (Ari Maryadi/Tribungowa.com)

Menurut Natsir, Komisi III DPRD Gowa berencana memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dimintai penjelasan soal penebangan tersebut.

Legislator PDI Perjuangankan ini berharap, kiranya penjelasan tersebut mesti memaparkan manfaat bagi masyarakat untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan.

"Harusnya ada yang ditebang, ada yang tidak. Tapi inikan dipukul rata. Padahal pohon besar begitu butuh proses supaya tumbuh," sesalnya.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Syamsul Bahri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved