Bupati Takalar Enggan Komentari Jalan yang Dikeluhkan Warga

Jalan yang dikeluhkan warga Takalar ini terdapat di Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Proyek jalan ini diberi nama Jl Beton Tahap II.

Bupati Takalar Enggan Komentari Jalan yang Dikeluhkan Warga
Ari Maryadi/Tribun Timur
Jalan di di Kecamatan Polongbangkeng Selatan Takalar, nampak berdebu 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar Syamsari Kitta, enggan menanggapi soal keluhan warganya mengenai kondisi jalanan dengan debu beterbangan.

Jalan yang dikeluhkan warga Takalar ini terdapat di Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Proyek jalan ini diberi nama Jl Beton Tahap II.

"Langsung ke (Dinas) PU saja," singkatnya ketika dikonfirmasi Tribun, Selasa (6/8/2019).

Saat dihubungi reporter Tribun, Syamsari tidak menanggapi permintaan wawancara, yang hendak bertanya soal pengerjaan jalan dan tanggapannya.

Ternyata 7 Artis ini Punya Darah Pahlawan, Ada Keturunan Pangeran Diponegoro dan Tjokroaminoto

LPM Penalaran UNM Kenali Cara Menulis Berita Ala Tribun Timur

Live Streaming (Siaran Langsung) SCTV Timnas U-18 Indonesia vs Filipina Jam 15.00, Nonton Lewat HP

Bangun Sekretariat Baru, Legislator Golkar Lutra Diminta Setor Rp 30 Juta

Jalan beton tersebut berada di titik ruas jalan dari Bantinoto - Cakura - Bulukunyi - Barana, Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

Meski belum satu bulan usai rampung dikerjakan, kehadiran Jl Beton tersebut malah dikeluhkan oleh warga setempat ataupun pengguna jalan. Ada debu yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas.

Bagi pengendara roda empat, pemilik mesti menutup rapat kaca mobil agar tidak terganggu. Sementara pengendara motor, mesti mengurangi kecepatan serta memakai masker di wajah.

Jalan Beton II itu disebutkan memakai anggaran senilai Rp18 miliar. Sumbernya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019.

Pelaksana proyek yakni PT Jennifer Putra Mandiri. Sejumlah warga menilai jalanan tersebut tidak dikerjakan secara optimal.

Sebelumnya, Camat Polongbangkeng Selatan, Baharuddin mengatakan, tak sedikit warga setempat yang sering kali sesak napas akibat menghirup debu yang beterbangan.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved