Jika Film Melanggar, Ini Penjelasan Anggota Lembaga Sensor Film

Anggota Lembaga Sensor Film (LSF), Dyah Chitraria Liestyati mengungkapkan, saksi bagi pelanggar sensor film melalui mekanisme pleno.

Jika Film Melanggar, Ini Penjelasan Anggota Lembaga Sensor Film
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Anggota Lembaga Sensor Film (LSF), Dyah Chitraria Liestyati menjelaskan cara memilih dan memilah tontonan di di Hotel Aryaduta, Jl Penghibur, Makassar, Sulsel, Senin (5/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Anggota Lembaga Sensor Film (LSF), Dyah Chitraria Liestyati mengungkapkan, saksi bagi pelanggar sensor film melalui mekanisme pleno.

Ia menjelaskan, mekanisme sanksi ini sudah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Kalau ada film yang melanggar maka kita rekomendasi ke Menteri untuk dicabut dari peredaran," katanya dalam materi sosialisasi cara memilih dan memilah tontonan.

Baca: Begini Kronologi Penikaman Hingga Tewas di Jalan Toddopuli 2 Makassar

Baca: Samsat Makassar II Sosialisasi Pajak Kendaraan dengan Gowes ke Lorong

Baca: VIDEO: Suasana Gala Dinner IKA Smansa Makassar Angkatan 1994

Hal ini dia sampaikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 14 Tahun 2019 di Hotel Aryaduta, Jl Penghibur, Makassar, Sulsel, Senin (5/8/2019).

Permendikbud ini membahas tentang pedoman dan kriteria penyensoran, penggolongan usia penonton dan penarikan film dan iklan film dari peredaran.

Dalam Bab V Penarikan Film dan Iklan Fim dari Peredaran pasal 29 ayat 1) film dan iklan film yang sudah lulus sensor dapat ditarik dari peredaran oleh Menteri berdasarkan pertimbangan LSF apabila menimbulkan gangguan terhadap keamanan, ketertiban, ketentraman, atau keselarasan hidup masyarakat.

Ia juga menjelaskan, standar penyensoran untuk film barat dengan nasional sama.

"Kalau terlalu banyak kita sensor maka kita tolak saja," katanya.

Selama bulan April 2019, LSF sudah menyensor 1.747 film nasional, 759 film impor.

Sementara itu, 10 judul impor tak lolos sensor film.

Halaman
123
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved