Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Setelah Rumah Wartawan Serambi Indonesia Dibakar? Kini Kantor PWI Aceh Tenggara Diduga Dibakar OTK

Kalau sebelumnya rumah wartawan Serambi Indonesia yang diduga dibakar, kini giliran kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara.

Tayang:
Editor: Arif Fuddin Usman
serambi indonesia/rasidan
Rumah wartawan Serambi, Asnawi Luwi, tinggal puing setelah terbakar pada Selasa (30/7/2019) dini hari. 

Setelah Rumah Wartawan Serambi Indonesia 'Dibakar', Kini Kantor PWI Aceh Tenggara Diduga Dibakar OTK

TRIBUN-TIMUR.COM - Teror terhadap wartawan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kembali terjadi.

Kalau sebelumnya rumah wartawan Serambi Indonesia yang diduga dibakar, kini giliran kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara diduga dibakar orang tak dikenal, Kamis (1/8/2019) dini hari.

Baca: Beredar Calon Menteri Jokowi dari Golkar? Anak BJ Habibie, Rizal Mallarangeng, hingga Nusron Wahid

Baca: Lama Hilang, Kabar Terbaru Saipul Jamil Dijenguk Dewi Perssik Mantan Istri, Salfok ke Panggilannya

Peristiwa ini terjadi dua hari setelah kebakaran rumah wartawan Serambi Indonesia di Agara, pada Selasa (30/7/2019).

Kejadian ini menguatkan dugaan adanya upaya orang-orang tertentu untuk meneror wartawan yang bertugas di wilayah tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, diduga pembakaran itu dilakukan sekitar pukul 02.30 WIB.

Kantor tersebut terbakar pada bagian pintu. Bagian pintu terlihat hitam bekas terbakar.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh penjaga kantor PWI Aceh Tenggara, yang tinggal di belakang kantor tersebut.

Sekretaris PWI Aceh Tenggara, Bulkainisah yang dihubungi Serambinews.com dari Banda Aceh mengatakan, penjaga kantor itu bangun sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca: Spesifikasi HP yang Dipakai Presiden Jokowi yang Juga Buat Mahasiswi di Makassar Pura-pura Diculik

Baca: Atta Halilintar Akhirnya Angkat Bicara Soal Viral Diblokir di Twitter, Kaesang ikut Beri Tanggapan

Ia kaget melihat pintu dalam kondisi hitam dan mengeluarkan bau bekas terbakar.

Lalu, penjaga kantor tersebut melaporkan hal itu pada Bulkaini sekitar pukul 06.00 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, Bulkani bergegas menuju kantor PWI Agara.

Kemudian, setelah berkoordinasi dengan teman-teman wartawan, peristiwa itu dilaporkan ke Polres Agara.

Sekitar pukul 08.00 WIB, kata Bulkaini, aparat kepolisian sudah tiba untuk melakukan olah TKP.

Bulkani menduga, peristiwa ini ada kaitannya dengan kebakaran rumah wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi, yang juga diduga dibakar.

Karena itu, pihaknya berhadap aparat kepolisian bisa segera mengungkap dalangnya.

Rumah Wartawan Serambi Dibakar

Sebelumnya, rumah milik Asnawi Luwi (38), wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara (Agara), Selasa (30/7) dini hari, musnah terbakar.

Empat hari menjelang musibah itu, seorang pria tak dikenal berpostur tinggi besar sempat singgah di rumah Asnawi.

Lelaki itu ke rumah yang berlokasi di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, tersebut sambil menanyakan keberadaan Asnawi.

Baca: Thailand Open 2019-Greysia/Apri Melaju ke Babak Perempat Final, Fajar/Rian Disingkirkan Pemain India

Baca: Venna Melinda Panik saat Athalla Adik Varrel Bramasta Digerebek karena Kasus Narkoba, Ternyata

Informasi tentang sosok pria yang digambarkan tinggi besar tersebut dilaporkan Lisnawati (36), istri Asnawi, menjawab Serambi, kemarin.

Menurut Lisnawati, pada Jumat (26/7) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, seorang pria yang mengendarai sepeda motor dinas, mengamati rumahnya dari sisi kiri dan kanan.

Waktu itu, jelas Lisnawati, dirinya berada di rumah bersama tiga anak dan seorang pembantu.

“Seorang anak saya keluar. Saya mengitip dari balik jendela untuk memastikan siapa pria di luar,” kata perempuan asal Montasik, Aceh Besar yang sehari-hari bertugas sebagai bidan desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala.

“Saya bertanya, Bapak cari siapa?” kata Lisnawati mengutip komunikasinya dengan orang tak dikenal itu.

Orang yang berpakaian preman itu, menurut Lisnawati, balik bertanya, “ada Pak Asnawi?”

“Saya bilang Pak Asnawi sedang di Banda Aceh rapat. Apa ada yang mau bapak titip pesan biar saya sampaikan."

"Atau kalau penting sekali hubungi saja ke nomor hp beliau, apa Bapak ada nomor hp-nya?” timpal Lisnawati sambil memberikan nomor hp Asnawi.

Setelah dialog singkat itu, laki-laki yang berbicara dengan Bahasa Indonesia namun logat Alas tersebut langsung pamit.

Lisnawati mengaku tidak pernah melihat orang itu di Kecamatan Lawe Sigala-gala padahal dia sering keluar masuk kampung sebagai bidan desa.

“Saya yakin orang itu bukan orang sini, tapi dari kota (maksudnya Kutacane, ibu kota Kabupaten Aceh Tenggara-red),” ujar Lisnawati.

Jarak antara Desa Lawe Loning Aman dengan Kutacane sekitar 28 km sedangkan ke Lawe Pakam, perbatasan Sumut-Aceh berjarak 7 km.

Apa kira-kira permasalahan yang dihadapi suaminya hingga ada dugaan memunculkan kemarahan pihak-pihak tertentu?

Menurut Lisnawati dia tidak tahu karena suaminya hampir tak pernah cerita kalau menyangkut pekerjaan.

“Tapi suami saya sering menyampaikan kurang nyaman bertugas di Aceh Tenggara,” ungkap Lisnawati.

Mengenai kedatangan pria tak dikenal itu ke rumahnya, Lisnawati mengaku sudah memberitahukan kepada sang suami, saat suaminya kembali dari Banda Aceh pada Senin (29/7/2019).

“Saya juga tidak kenal dengan orang dengan ciri-ciri yang disampaikan istri saya. Tak ada juga telepon yang masuk dari nomor tertentu,” kata Asnawi.

Pria Berkacamata Hitam

Dugaan bahwa rumah Asnawi bukan terbakar (tapi dibakar) dikuatkan dengan keterangan warga setempat.

Menurut warga, beberapa orang asing mendatangi rumah itu dalam kesempatan berbeda sebelum kebakaran tersebut terjadi.

Muslim, abang Asnawi, kepada Serambi, kemarin mengatakan, sebelum kejadian itu, ada warga yang sempat melihat seorang mencurigakan.

Sosok itu, pengendara sepeda motor yang menggunakan helm serta kaca mata hitam, memasuki lorong rumah korban.

Namun, warga tersebut tak menaruh curiga terhadap orang tersebut.

Dijelaskan, api berasal dari garasi mobil yang berdinding triplek. Kemudian, api menyambar bagian depan rumah.

Korban meyakini rumahnya dibakar OTK terkait dengan pemberitaan yang sebelumnya dimuat di Serambi Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Aswani sering memberitakan kasus Galian C dan illegal logging di lokasi PLTMH Lawe Sikap.

“Sebelumnya ada seseorang mendatangi rumah korban dan meminta nomor Hp Asnawi dari istrinya. Orang itu menggunakan sepeda motor dinas,” jelas Muslim yang menguatkan dugaan tersebut.

Peristiwa itu memunculkan keprihatinan berbagai kalangan, seperti aktivis sosial dan kemanusiaan, pekerja pers, aktivis antikorupsi, aktivis lingkungan, dan berbagai kalangan lainnya.

Semua pihak mendesak agar polisi bergerak cepat mengusut kasus yang mereka nilai sebagai bentuk teror kepada pekerja pers.

Lembaga/organisasi yang menyampaikan sikap antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI), PWI, Koalisi NGO HAM Aceh, Walhi, anggota DPD-RI, anggota legislatif, Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Forum PRB Aceh, dan sejumlah elemen sipil lainnya.(nas/c40)

Polisi Periksa Enam Saksi

Sementara itu, Kapolres Aceh Tenggara (Agara), AKBP Rahmad Hardeni Yanto Eko Putra SIK, berjanji mengusut tuntas kasus kebakaran rumah Asnawi.

Menurut Kapolres, pihaknya akan menurunkan tim forensik dari Medan dan tim dari Polda Aceh untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kejadian tersebut.

“Sampai saat ini, kita sudah periksa enam warga setempat sebagai saksi terkait kasus kebakaran itu,” ujar AKBP Rahmad Hardeni.

Kapolres mengungkapkan, dirinya yang pertama kali mengetahui kejadian itu setelah dikabari oleh korban (Asnawi-red) dan meminta bantuan agar mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi rumahnya.

"Sehingga, saya bersama anggota lain langsung turun ke lokasi. Saya bersama anggota dan sejumlah warga sampai pukul 05.00 WIB pagi masih berada di tempat kejadian,” jelas Kapolres.

Agar segera terungkap siapa pelaku dan apa motifnya, AKBP Rahmad Hardeni meminta bantuan dan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk melapor ke pihaknya jika ada informasi baru yang terkait dengan kejadian tersebut.

(SerambiIndonesia/Safriadi Syahbuddin)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul "Misteri Pria Tinggi Besar, Di Balik Kebakaran Rumah Wartawan Serambi di Aceh Tenggara"

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved