Citizen Reporter

Rakerda MUI Sulsel Rekomendasikan BSF Libatkan Ulama

Rakerda Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel berlangsung di Hotel Almadera Jalan Somba Opu, Sabtu-Minggu (27-28/07/2019).

Rakerda MUI Sulsel Rekomendasikan BSF Libatkan Ulama
CITIZEN REPORTER
Rakerda Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel berlangsung di Hotel Almadera Jalan Somba Opu, Sabtu-Minggu (27-28/07/2019). 

Citizen Reporter, H Jurlan Em Saho’as, Sekretaris Komisi Infokom Majelis Ulama Indonesia Makassar melaporkan dari Makassar

Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar yang saat ini menjadi salah satu kota sangat produktif menghasilkan film layar lebar (bioskop) dan memunculkan sinies terkenal sebagai artis dan sutradara, mendapat respon dan apresiasi yang sangat besar bagi kalangan cendikiawan, budayawan muslim dan ulama di daerah ini.

Hal itu tergambar dari salah satu rekomendasi yang berhasil diputuskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel yang diikuti Ketua dan Sekretaris Komisi Infokom MUI dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel yang berlangsung di Hotel Almadera Jalan Somba Opu, Sabtu-Minggu (27-28/07/2019).

Dari 10 poin rekomendasi yang diputuskan peserta Rakerda tersebut, dua diantaranya terkait dengan senimatografi dan perfilman Indonesia dan satu poin tertuju kepada insan pers dan media massa. Ketiga rekomendasi itu mendesak agar Badan Sensor Film Indonesia melibatkan MUI sebelum film dan sinetron ditayangkan di bioskop maupun di televisi, termasuk penayangan iklan.

Rekomendasi itu ditetapkan dengan sejumlah dasar pertimbangan, diantaranya film maupun sinetron  merupakan media hiburan yang sangat besar pengaruhnya di dalam mempengaruhi gaya hidup masyarakat lewat bahasa gambar dan dialog yang dipertontonkan para pemerannya yang terkadang tidak mencerminkan nilai-nilai agama, moral, etika dan budaya bangsa.

Selain itu, perkembangan teknologi yang begitu cepat dan dengan biaya murah mempublikasikan maupun dalam mendapatkannya, sehingga dapat menjadi sasaran propaganda dan alat provokasi yang jika tidak dikritisi dengan baik dan bijaksana dapat merusak tatanan kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara lewat berita hoax atau fitnah.

Khusus rekomendasi kepada insan pers, MUI Sulsel mendesak Dewan Pers agar melibatkan MUI dalam penyelesaian permasalahan pers, terutama yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan.

Ketua Komisi Infokom MUI Sulsel Drs. H. Waspada Santing, M.Hi., M.Sos.i dalam menanggapi rekomendasi yang diputuskan dalam Raker MUI mengatakan, rekomendasi itu memang tepat dan sangat strategis karena Sulsel, khususnya Makassar saat ini menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang setahun terakhir ini paling banyak memproduksi film nasional yang mengangkat tema daerah.

“Jika semangat ini tidak mendapat respon dan apresiasi yang baik dari kalangan agama, utamanya MUI yang menjadi tumpuan utama dalam mengeluarkan fatwa yang terkait dengan keagamaan dan kehidupan masyarakat maka potensi besar yang kita miliki di daerah ini akan tersia-siakan dan berlalu begitu saja yang akan dimanfaatkan oleh pihak lain,” ungkap wartawan senior yang pernah bekerja di beberapa media nasional terkemuka di Indonesia.

Raker  yang diawali  seminar bertajuk “Akselerasi regulasi dan implementasi mandatori produk halal berdasarkan UU No. 33 Tahun 2014” menghadirkan narasumber Dr. H. Mastuki HS,M.Ag., Prof. Dr. H. Darussalam Syamsuddin dan Dr. Muhlis Sufri,M.Si. serta diskusi Literasi Media dan Etika Bermedia Sosial menampilkan Dr. Sukardi Weda, Dr. H. Abdul Wahid Haddade, H. Waspada Santing dan Alief Sappewali, menyepakati MUI Kabupaten Toraja sebagai tuan rumah Raker tahun 2020 mendatang.

Dari hasil sidang komisi ditetapkan pula beberapa program kerja yang segera direalisasikan sebelum akhir tahun 2019, diantaranya pengembangan media infokom (cetak, penyiaran, digital), membangun jaringan komunikasi digital MUI Pusat dan daerah, kerjasama penerbit dan penulois muslim dalam kegiatan workshop, pameran buku Islam dan pemberian MUI Award, kerjasama pemimpin media massa dalam mendorong kepatuhan pada Kode Etik Jurnalsitik dan pengembangan perpustakaan.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved