Darurat Air Bersih, PDAM Makassar Turunkan Pompa Suplesi di Sungai Moncongloe

Humas PDAM Kota Makassar, Idris Tahir mengatakan, saat ini air baku yang disuplai dari Bendung Lekopancing, Kabupaten Maros, sangat terbatas.

Darurat Air Bersih, PDAM Makassar Turunkan Pompa Suplesi di Sungai Moncongloe
fahrizal/tribun-timur.com
PDAM Makassar menurunkan Pompa Suplesi di sungai daerah Moncongloe, Maros, Untuk mengantisipasi makin kurangnya debit air di Lekopancing. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kurangnya pasokan air bersih yang diterima warga beberapa hari ini, memunculkan pengaduan dan keluhan warga di beberapa lokasi.

Humas PDAM Kota Makassar, Idris Tahir mengatakan, saat ini air baku yang disuplai dari Bendung Lekopancing, Kabupaten Maros, sangat terbatas.

Baca: PDAM Makassar Gratiskan Air di Masjid Selama Ramadan

Baca: Air PDAM Makassar Tak Mengalir di 31 Lokasi Ini Mulai Subuh Nanti, Harap Tampung Air Sekarang

Pada saat normal di musim hujan, suplai bisa mencapai 1500 liter/detik, namun hari ini sesuai laporan petugas pengawas saluran, menurun drastis sampai 418 lchiter/detik.

"Bahkan debit air ke kota yang normalnya 580 liter/detik hari ini hanya tersisa 58,7 liter/detik," ungkap Idris, Minggu (28/7/2019).

Untuk mengantisipasi makin kurangnya debit air di Lekopancing, PDAM Makassar telah menurunkan Pompa Suplesi di sungai daerah Moncongloe, Maros.

"Sementara ini dalam tahap pemasangan rangkaian pompa dan pipanya. Adapun pompa yang terpasang ini ada tiga buah, dua pompa besar dengan kapasitas 600 l/s dan satu pompa dengan kapasitas 300 l/s. Diupayakan hari Senin sudah bisa beroperasi," imbuhnya.

Diakui Idris, pompa ini agak lambat terpasang dari tahun sebelumnya, karena ada kendala pada lokasi penurunan pompa.

Jembatan sungai yang baru dikerjakan masih labil dan dikhawatirkan kekuatannya belum bagus, sehingga pihak penanggung jawab jembatan tidak memberi ijin karena tonase pompa yang akan diturunkan dari mobil tronton sangat berat.

"Inshaa Allah jikalau pompa ini sudah beroperasi, maka ada tambahan air baku dengan debit yang cukup besar antara 600-900 l/s, yang pasti sudah bisa meningkatkan produksi dan distribusi air kita ke pelanggan yang setiap harinya makin menurun. Terkhusus di sembilan kecamatan dimaksud tadi," ucapnya.

"Pastilah ada perubahan, yang jelas sudah bisa dapat air kembali walaupun tidak akan sama tekanannya pada saat musim hujan, dan tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan," pungkasya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved