Muliana Mursalim Protes Melalui Puisi
Berawal dari konflik Ahok (212). Saya ingin protes dengan cara yang berbeda. Bukan dengan unjuk rasa turun ke jalanan, tetapi lewat puisi untuk Ahok
Laporan: Fadli Latief, Mahasiswa PPL UIN Alauddin Makassar
KEGEMARANNYA menulis telah membuat Muliana Mursalim (21), menjadi sosok mahasiswa yang menginspirasi. Berawal sejak Muliana menjadi mahasiswa baru di Universitas Hasanuddin Fakultas Hukum Prodi Hukum Administrasi Negara, dia mencoba menulis puisi. Kemudian puisinya terpilih dan dimuat di koran kampus.
“Berawal dari konflik Ahok (212). Saya ingin protes dengan cara yang berbeda. Bukan dengan cara unjuk rasa turun ke jalanan, tetapi lewat puisi untuk Ahok yang saya tulis dan berhasil dipilih dan dimuat di koran kampus,” ujarnya.
Segudang prestasi telah didapatkan di antaranya, sebagai finalis Counstitutional Mout Court
Competition yang di selenggarakan oleh MK (2017), finalis kompetisi esai nasional di Universitas Negeri Semarang (2018), Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora yang di selenggarakan oleh Kementerian Riset, teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI (2018), Duta Pariwisata Favorit Kabupaten Majene yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Majene (2018), dan Puteri Pendidikan Sulawesi Barat (2019).
Tidak hanya prestasi yang berhasil diraihnya, Muliana juga banyak aktif di organisasi
khususnya di lingkup kampus. Ia saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua Koordinator Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Hukum Unhas (2019-2020), dan staf divisi LitBang Forum Mahasiswa Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Unhas.
Menurutnya tipe mahasiswa bukan yang hanya datang kuliah kemudian pulang, tetapi mahasiswa yang ideal adalah, mahasiswa yang memiliki nilai akademik yang baik, yang berkecimpung di dalam organisasi, dan aktif dalam berkompetisi.(*/tribun-timur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/muliana.jpg)