Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Puluhan Remaja ‘PINTAR’ Se-Indonesia Kumpul di Makassar, Bahas Desa Ramah Anak

Digelar Program Peduli selama tiga hari, 20-22 Juli 2019. Program ini fokus bekerja melindungi dan mendorong pemenuhan hak-hak anak dan remaja rentan.

Tayang:
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Dokumen Program Peduli
Temu Anak PINTAR (Pandu Inklusi Nusantara) yang digelar Program Peduli di Novotel Makassar selama tiga hari, 20-22 Juli 2019. 

Anak dan remaja PINTAR ini diagendakan bergabung dengan ribuan anak lainnya mengikuti puncak perayaan Hari Anak Nasional di Lapangan Karebosi, Selasa (23/7/2019).

Anak dan remaja PINTAR akan menyampaikan aspirasi mereka pada pemerintah dan para pemangku kebijakan.

PSM Makassar Tanpa Marc Klok Saat Menjamu Persija di Final Leg Kedua Piala Indonesia, Pluim Juga?

Masih Ingat Doktor UNM, Wahyu Jayadi Pembunuh Siti Zulaeha? Ia Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Abdi Suryaningati menambahkan, “Penting bagi para perumus kebijakan dan pembangunan untuk tidak hanya mendengarkan tetapi juga mempertimbangkan aspirasi dan tawaran solusi dari perspektif anak-anak untuk mengatasi masalah riil yang dialami para anak dan remaja rentan ini.”

Pada saat presentasi karya, anak dan remaja PINTAR menjelaskan karya maket yang telah dibuat sebagai visualisasi atas mimpi mereka mengenai desa yang ramah anak.

Salah satu remaja PINTAR, Ulfiyaningsih, dari Desa Bialo, Kabupaten Bulukumba, berbagi pengalamannya bersama Forum Anak Peduli yang berhasil menciptakan desa ramah anak.

“Di desa kami, anak-anak diajak untuk berkegiatan positif dengan adanya taman bermain, taman membaca, dan lain-lain. Dengan begitu, anak-anak dihindarkan dari hal-hal negatif,” jelas Abdi.

Selain itu, dukungan dan komitmen pemerintah desa sangatlah penting.

Kepala Desa Bialo menetapkan Peraturan Desa untuk perlindungan anak dan mencegah terjadinya perkawinan anak patut untuk ditiru oleh daerah-daerah lainnya.

HAN yang diperingati setiap satu tahun sekali ini menjadi momentum pengingat bagi kita untuk mendengarkan aspirasi mereka serta memenuhi dan melindungi hak mereka.

Termasuk anak dan remaja rentan yang mendapatkan sitgma dan diskriminasi.

Indonesia yang ramah anak niscaya akan mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan maju di masa mendatang karena anak-anaklah yang akan menjadi generasi penerus bangsa. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved